HARIAN DISWAY – Manajemen Juventus akhirnya dapat bernapas lega terkait beban finansial klub. Raksasa Serie A tersebut dilaporkan resmi mengaktifkan klausul khusus per 1 Juni 2026 untuk memutus kontrak mantan pelatih kepala mereka, Thiago Motta, dari daftar penggajian (payroll) klub.
Motta, yang dipecat pada paruh kedua musim 2024/2025, tercatat masih menerima gaji buta selama lebih dari satu tahun setelah dipecat.
Kondisi itu terjadi karena pelatih berpaspor Italia-Brasil tersebut terikat kontrak jangka panjang hingga musim panas 2027.
Berikut adalah detail mendalam mengenai keputusan pemutusan hubungan kerja serta dampaknya bagi struktur keuangan Si Nyonya Tua.
BACA JUGA:Gagal Dapatkan Andrew Robertson, Juventus Bidik Emerson Palmieri
BACA JUGA:Negosiasi Kontrak Dusan Vlahovic dan Juventus Mandek karena Bonus Tanda Tangan Rp148 Miliar
Kronologi Saling Silang Kursi Kepelatihan Juventus
Mantan pelatih Juventus, Thiago Motta. --NicoSchira/x
Awal Musim 2024/2025: Thiago Motta direkrut dari Bologna dengan kontrak tiga tahun senilai €3,5 juta (sekitar Rp61 miliar) per tahun setelah berhasil membawa Bologna lolos ke Liga Champions. Ia menggantikan Massimiliano Allegri.
Maret 2025: Setelah rentetan hasil buruk, termasuk kekalahan telak 0-4 dari Atalanta dan 0-3 dari Fiorentina, Motta resmi dipecat meski baru menjabat selama 9 bulan.
Pengganti Sementara: Posisi Motta kemudian diisi oleh Igor Tudor. Namun, kebersamaan Tudor juga berjalan singkat hingga akhirnya kontraknya diputus pada Januari 2026, sebelum ia hijrah untuk memimpin Tottenham Hotspur.
BACA JUGA:Juventus Gagal Dapatkan Alisson Becker, Beralih Incar David De Gea
BACA JUGA:Konate Pergi, Liverpool Incar Bremer dari Juventus
Mengaktifkan Klausul 1 Juni dan Siasat Pesangon
Berdasarkan laporan harian La Gazzetta dello Sport, manajemen Juventus sengaja menunggu momentum per 1 Juni 2026.
Tanggal ini merupakan opsi valid di dalam kontrak yang memberikan hak bagi Juventus untuk menghentikan kerja sama secara permanen.
Sebagai konsekuensinya, Juventus wajib membayar uang pesangon (lump sum) sekaligus kepada Motta. Meski demikian, nominal total pesangon ini dilaporkan sedikit lebih rendah dibandingkan jika Juventus harus terus membayar sisa gaji pokok Motta secara eceran hingga Juni 2027 mendatang.