Buntut Kasus Pasien BPJS Dihina Oknum Perawat, Menkes Budi Gunadi Buka Suara

Buntut Kasus Pasien BPJS Dihina Oknum Perawat, Menkes Budi Gunadi Buka Suara

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa perundungan atau bullying menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan tenaga medis, khususnya dokter.--Anisha Aprilia

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti meninggalnya pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang sebelumnya mengeluhkan harus menunggu ruang rawat inap selama berjam-jam. 

Kasus tersebut menjadi perhatian pemerintah sekaligus momentum evaluasi terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, Yurizal diketahui meninggal dunia pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia mengaku telah menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA:Viral Hina Pasien BPJS, Dokter Benny Christian: Saya Siap Terima Semua Konsekuensi

BACA JUGA:Dokter Elda Putri Jebolan LPDP Perundung Pasien BPJS, Disorot soal Dugaan Alamat Praktik Fiktif di Sleman

Budi pun turut prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya, setiap kematian pasien merupakan evaluasi bagi pemerintah, terlebih jika yang meninggal masih berusia muda.

"Jadi setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya muda, saya merasa saya sebagai Menkes gagal," ujar Budi, dikutip disway.id, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menegaskan negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Saat ini, kata Budi, pemerintah sedang berupaya meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Karena itu, berbagai persoalan pelayanan kesehatan harus terus dibenahi.

BACA JUGA:Viral Komentar Sadis Perawat ke Pasien BPJS, Minta Maaf setelah Dikabarkan Meninggal

BACA JUGA:Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS, Komentar 2 Dokter Jebolan LPDP Tuai Kecaman di Threads

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya," tegasnya.

Tentu masih terdapat berbagai kekurangan dalam sistem pelayanan kesehatan, termasuk pada layanan yang diakses peserta BPJS Kesehatan.

Kementerian Kesehatan pun akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas kesehatan, peralatan medis, maupun kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: