PECINAN: You Luan Jun, Wu Luan Guo, Penguasa Mengacaukan Negara

PECINAN: You Luan Jun, Wu Luan Guo, Penguasa Mengacaukan Negara

Filsuf Xun Kuang mengatakan bahwa pemimpin harus berani melakukan autokritik demi kebaikan negara. Seperti prinsip you luan jun, wu luan guo. Tidak ada negara yang kacau dengan sendirinya, yang ada ialah penguasa yang membuat kacau negaranya.-Devona Vaiya/AI-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Di sebuah negeri nun jauh di sana, rasanya hil yang mustahal ada seorang penguasa yang dengan lantang berkata kepada rakyatnya, "Negeri ini sedang kacau karena aku telah gagal menjalankan pemerintahan!"

Yang agaknya lebih mungkin terjadi: ia akan menuding lawan politik, menyalahkan asing, atau mencari kambing hitam tak kasatmata lainnya sebagai biang kerok.

Sebaliknya, di Tiongkok, terutama sejak zaman Dinasti Han, para kaisarnya mempunyai tradisi mengeluarkan "罪己诏" (zuìjǐ zhào): maklumat pengakuan kesalahan diri. Maklumat semacam ini biasanya dikeluarkan ketika negeri dilanda bencana, kekacauan politik, krisis ekonomi, atau pelbagai keadaan buruk lainnya.

Dengan itu, kaisar mengakui ada yang salah dalam pemerintahannya dan, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, ia bersedia memikul tanggung jawab.

BACA JUGA:PECINAN: Jun Bu Neng Zhe Qi Guo Luan, Penguasa Bijak Bikin Negeri Tertata, Penguasa Tak Kompeten Bikin Kacau

BACA JUGA:PECINAN: Jun An Chen Yu, Wei Wang Bu Yuan, Penguasa Gelap dan Penjilat Hancurkan Negeri

Salah satu contoh "maklumat pengakuan kesalahan diri" yang paling monumental ialah yang dikeluarkan Kaisar Han Wudi pada 89 SM. Setelah bertahun-tahun menghabiskan anggaran negara yang amat besar untuk ekspansi militer, Han Wudi menyadari kebijakannya terlampau membebani dan menyengsarakan rakyat.

Maklumatnya bahkan dibuka dengan pengakuan yang begitu telak: "Sejak aku naik takhta, tindakan-tindakanku telah kelewat batas dan membuat rakyat di seluruh negeri menderita. Kini, menyesal pun, semua itu tak mungkin lagi dapat diperbaiki" (朕即位以来,所为狂悖,使天下愁苦,不可追悔).

Yang membuat pengakuan itu semakin mencengangkan adalah sosok yang mengucapkannya. Han Wudi merupakan kaisar dengan kekuasaan yang nyaris tak tertandingi –baik dalam pemerintahan maupun militer.

Namun, tatkala kebijakannya menjadikan rakyat sengsara, jarinya justru diarahkan kepada dirinya sendiri, bukan kepada siapapun di luarnya, sebagai biang keladi.

BACA JUGA:PECINAN: Tan Zhe, Min Zhi Zei Ye, Korupsi Setara Merampok

BACA JUGA:PECINAN: She Mi Zhi Shi, Wei Wang Zhi Jian, Negara Hancur karena Pemborosan Merajalela

Pengakuan tersebut tidak berhenti sebagai penyesalan belaka. Han Wudi kemudian mengubah arah kebijakannya: dari ambisi militer menuju pemulihan ekonomi rakyat.

"Maklumat pengakuan kesalahan diri" yang dikeluarkan Kaisar Song Huizong pada 1125 juga tak kalah keras dan dramatis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: