IHSG Kena Imbas Rupiah Anjlok, Turun 4,11 Persen ke Level 5.941

Kamis 04-06-2026,14:01 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

Peringkat investasi tersebut dinilai dapat mempermudah akses pendanaan internasional dengan biaya yang lebih kompetitif. 

Namun, investor tetap mencermati risiko fiskal Indonesia, terutama terkait pengelolaan utang negara dan stabilitas ekonomi makro.

Di sisi lain, pelemahan rupiah yang terus berlanjut menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kurs rupiah yang mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS meningkatkan kekhawatiran terhadap arus modal keluar (capital outflow), tekanan inflasi, hingga potensi perlambatan ekonomi domestik.

BACA JUGA:Marwah Rupiah

BACA JUGA:BI Gencarkan Intervensi untuk Stabilkan Rupiah, Perry: Cadangan Devisa Lebih dari Cukup

Secara teknikal, Reliance Sekuritas mencatat pergerakan IHSG masih berada dalam tren negatif. Pola candlestick terakhir membentuk black spinning top di bawah garis rata-rata pergerakan lima hari (MA5), sementara indikator Stochastic menunjukkan pola dead cross pada area deep oversold.

Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut pada perdagangan berikutnya.

"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 5.883 dan resistance pada level 6.012 dengan kecenderungan melemah," kata Reza.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus tertekan. 

Pasalnya, pergerakan rupiah dinilai menjadi faktor krusial yang akan menentukan arah pasar saham dalam jangka pendek.

Jika tekanan terhadap rupiah belum mereda, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan membayangi perdagangan IHSG dalam beberapa hari ke depan. (*)

Kategori :