1 Juni, 1 Oktober, 1 Maret

Jumat 05-06-2026,07:33 WIB
Reporter : Taufik Lamade
Editor : Yusuf Ridho

KALAU kita mau jeli, saat Hari Lahir Pancasila tahun ini, hanya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang hadir mendampingi Presiden Prabowo. Jokowi dan Soesilo Bambang Yudhoyono tak terlihat.

Kubu Jokowi mengaku tidak menerima undangan. Anda percaya? Kalau saya, percaya. Sebab, Mega hadir. Setelah Pilpres 2024 sampai saat ini, kedua mantan presiden itu belum pernah bertemu langsung di depan publik. Komunikasi beku.

Hubungan SBY dan Megawati juga masih seperti minyak dan air. Pernah bertemu, tapi tetap kaku, ada beban masa lalu,  seperti tirai yang membatasinya. 

Mega terlihat enjoy di acara 1 Juni 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri. Menjadi bintang acara bersama Presiden Prabowo. 

Prabowo pun sempat menggandeng tangan Mega. Gestur hubungan yang akrab. Mantan Wapres Jusuf Kalla dan Ma’aruf Amin mengiringi dari belakang.

BACA JUGA:Pancasila di Dinding atau di Diri? Menakar Ulang Makna Setiap 1 Juni

BACA JUGA:Pancasila Kita Masih Sakti?: Refleksi Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025

Kalau istana memprioritaskan kehadiran Megawati kali ini, itu sangat wajar. Ini adalah Hari Lahir Pancasila, yang juga sekaligus mengenang Soekarno. Bagian dari glorifikasi untuk Bung Karno yang dianggap merumuskan Pancasila. Bahkan, ada yang menyebut Si Bung sebagai penemu Pancasila.

Hari Pancasila seperti ”warisan” politik bagi Mega. Bahkan, cenderung dianggap sebagai legitimasi politik buat soekarnois. Bulan Juni pun oleh kubu Mega disebut sebagai Bulan Soekarno. Tanggal 1 Juni lahir Pancasila, 6 Juni lahir Soekarno, dan 21 Juni wafatnya presiden pertama itu.

Lain halnya dengan Hari Kesaktian Pancasila pada  1 Oktober. Kalau yang itu legitimasi politik milik  mantan Presiden Soeharto. Itu titik penting,  lompatan politik mantan mertua Prabowo. 

BACA JUGA:Hari Ini Kesaktian Pancasila 1 Oktober Diperingati, Apa Bedanya dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni?

BACA JUGA:Membangun Paradigma Politik Pancasila(is): Menjelang 1 Juni, Hari Lahir Pancasila

Bagi SBY, peringatan 1 Oktober juga ikut kecipratan harumnya. Mertuanya, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo (saat itu kolonel), adalah  Komandan Kopassus yang mengejar PKI. Kehebatan Sarwo Eddie  bisa menjadi legitimasi trah kepahlawanan untuk keluarga besar SBY.

Di era kekuasaan SBY, glorifikasi perayaan 1 Oktober era Soeharto dilanjutkan. Termasuk dengan segala pernik-perniknya. Seperti pemutaran film G-30-S/PKI menjadi tayangan wajib.

Jokowi? Di eranya, perayaan 1 Oktober kendur. Film G-30-S/PKI yang bertahun-tahun jadi tayangan ”wajib” hilang dari peredaran. Masih di era Jokowi, nama Soeharto tak tercantum sebagai pelaku sejarah dalam Keppres Hari Penegakan Kedalutan Negara untuk memperingati Serangan Oemoem 1 Maret. 

Kategori :