BACA JUGA:Update from Indonesia, KBRI Beijing Paparkan Akuntabilitas Diplomasi RI–Tiongkok 2025
BACA JUGA:KBRI Beijing Gelar Indonesia Fair, Tampilkan Produk Ekspor dan Kuliner Khas Tanah Air
Menutup paparannya, Dubes Djauhari menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama Indonesia dan Tiongkok bukan hanya pertumbuhan ekonomi maupun kemajuan teknologi. Menurutnya, keberhasilan kerja sama harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Teknologi memiliki nilai ketika mampu memperbaiki kehidupan manusia. Pembangunan memiliki makna ketika mampu memperluas kesempatan. Dan kerja sama akan berhasil ketika mampu melayani kemanusiaan,” tutup Dubes Djauhari. (*)