Mewujudkan Generasi Emas, Memitigasi Generasi Cemas

Senin 08-06-2026,07:33 WIB
Oleh: Biyanto*

VISI Indonesia Emas 2045 telah dicanangkan pemerintah pada 9 Mei 2019. Visi itu ditetapkan dengan narasi ideal, yakni mewujudkan Indonesia sebagai negara yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. 

Peta jalan menuju Indonesia Emas 2045 dengan semua persyaratan yang dibutuhkan juga telah dirumuskan secara terukur dan berkelanjutan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). 

Untuk merealisasikan cita-cita mulia itu, pemerintah menetapkan pentahapannya melalui rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) periode pembangunan 2025–2045. Batas 2045 ditetapkan karena pada saat itu negeri tercinta akan merayakan satu abad alias seratus tahun kemerdekaan Republik Indonesia (1945–2045). 

Dalam RPJPN ditegaskan pentingnya bidang pendidikan dan kesehatan untuk memastikan terjadinya transformasi sosial menuju terwujudnya generasi emas bangsa. 

BACA JUGA:Guru di Era Multidinamika: Membangun Generasi Emas di Tengah Pusaran Perubahan

BACA JUGA:Tiga Generasi Emas, Satu Napas Perjuangan: Ilmu, Keikhlasan, dan Pengabdian untuk Negeri

Pada konteks itulah, semua elemen bangsa penting menyadari bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik dan berdimensi jangka panjang untuk memastikan tersedianya generasi unggul. Jika ingin melahirkan generasi emas bangsa, tidak ada pilihan lain kecuali memperbaiki mutu pendidikan nasional. 

Dalam kaitan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan visi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. 

Visi tersebut ditetapkan sebagai bagian dari tahapan untuk mewujudkan generasi emas bangsa. Kemendikdasmen ingin menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua sebagai hak dasar setiap anak bangsa. 

Kemendikdasmen juga mencanangkan program wajib belajar (wajar) 13 tahun. Skema yang tetapkan adalah satu tahun prasekolah di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), ditambah SD, SMP, SMA/SMK dan yang sederajat. 

BACA JUGA:MBG dan Ambisi Generasi Emas 2045

BACA JUGA:Generasi Emas Indonesia Digerus Joget TikTok: Kado Kemerdekaan

Untuk mewujudkan wajar 13 tahun, jelas meniscayakan partisipasi semesta. Hal itu karena negara pasti tidak mampu sendirian menunaikan amanah konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, bagian penting dari partisipasi semesta adalah merevitalisasi fungsi catur pusat pendidikan. Empat pilar dalam catur pusat pendidikan yang harus berfungsi maksimal adalah keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. 

Fenomena Generasi Cemas

Kategori :