Performa Como di bawah Fabregas menjadi sorotan besar, terutama karena mereka mampu bersaing tanpa kedalaman skuad bertabur bintang.
Keberhasilan tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan di kancah Eropa, termasuk oleh mantan klubnya sendiri, Barcelona.
BACA JUGA:Masa Depan Ter Stegen di Barcelona Kian Suram, Ajax Siap Tampung Sang Kiper Veteran
BACA JUGA:Rahasia Barcelona Bisa Borong Anthony Gordon dan Julian Alvarez di Tengah Lilitan Utang
Para pemain Como merayakan kemenangan atas Cremonese sekaligus lolos ke Liga Champions 2026/2027. Senin, 25 Mei 2026.-Marco M. Mantovani-Getty Images
Fabregas juga dinilai memiliki nilai tambah karena latar belakangnya sebagai lulusan akademi La Masia. Hal ini membuatnya dianggap memahami filosofi permainan Barcelona secara alami, baik dari segi identitas maupun pendekatan taktik.
Dari sisi gaya bermain, Fabregas dikenal mengusung sistem menyerang berbasis 4-2-3-1, namun tetap fleksibel dengan variasi 4-3-3 hingga skema tiga bek seperti 3-4-2-1. Fleksibilitas ini dianggap menjadi nilai plus dibandingkan pendekatan Hansi Flick yang lebih rigid.
Selain itu, kemampuan Fabregas dalam memaksimalkan pemain tanpa nama besar menjadi daya tarik tersendiri bagi Barcelona.
Terlebih, raksasa La Liga tersebut saat ini masih mengandalkan pengembangan talenta muda dari akademi La Masia.
Dengan perkembangan ini, Fabregas kini tidak hanya dipandang sebagai pelatih muda potensial, tetapi juga sebagai bagian dari rencana jangka panjang Barcelona untuk menjaga kesinambungan filosofi permainan mereka di masa depan. (*)