Trump: Kami Akan Hantam Iran Sangat Keras Malam Ini

Kamis 11-06-2026,20:28 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

WASHINGTON, HARIAN DISWAY — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan "menghantam Iran" dengan keras dan merebut infrastruktur minyak negara tersebut. Hal ini ia ungkapkan lewat sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis, 11 Juni 2026. 

Pernyataan itu diunggah Trump sekitar pukul 07.22 petang waktu Washington. Jika ia menepati janji, serangan akan datang ke Iran pada Jumat pagi. 

Trump juga berencana merebut Pulau Kharg guna mengambil alih kendali penuh atas pasar minyak dan gas Iran. 

Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa kemampuan pertahanan dan ofensif Iran saat ini sudah hancur total akibat rentetan serangan udara Amerika Serikat sebelumnya. Trump juga menyamakan rencana pengambilalihan infrastruktur minyak Iran ini dengan strategi yang telah diterapkan AS terhadap Venezuela.

"Amerika Serikat akan menghantam Iran (yang Angkatan Laut, Angkatan Udara, Radar, Anti-Pesawat, dan semua bentuk Pertahanan lainnya, bersama dengan sebagian besar kemampuan ofensifnya, sudah MATI!), DENGAN SANGAT KERAS MALAM INI. Pada suatu titik di masa depan yang tidak terlalu lama, kita akan merebut Pulau Kharg, dan titik-titik infrastruktur minyak lainnya, dan memegang kendali total atas Pasar Minyak dan Gas mereka, seperti yang telah kita lakukan terhadap Venezuela, yang berjalan sangat gemilang bagi Venezuela dan Amerika Serikat. Terima kasih atas perhatian Anda dalam masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Trump dalam unggahan tersebut.

BACA JUGA:Iran Hantam Markas Armada Kelima di Manama, Bahrain

BACA JUGA:Iran Klaim Berhasil Hancurkan Pesawat Tempur F-35 yang Parkir di Yordania

Meskipun Trump tidak memberikan rincian teknis mengenai metode yang akan digunakan militer AS untuk merebut terminal-terminal minyak Iran, operasi semacam itu hampir dipastikan membutuhkan keterlibatan pasukan darat Amerika Serikat secara langsung.

Wacana perebutan Pulau Kharg ini sebenarnya sudah pernah dilontarkan Trump pada awal pecahnya perang AS-Israel di Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Pulau Kharg sendiri merupakan jantung industri ekspor minyak sekaligus pilar utama perekonomian Iran, yang terletak di lepas pantai Teluk, ratusan kilometer di sebelah barat laut Selat Hormuz.


Iran dan AS berbalas serangan sejak Selasa hingga Kamis, dipicu jatuhnya helikopter Apache AH-64E yang ditembak jatuh Iran di Selat Hormuz -Mehr News Agency-

Langkah ini menyusul klaim Amerika Serikat yang menyatakan telah mengendalikan industri minyak Venezuela setelah menggulingkan dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Pernyataan Trump datang dalam kondisi pertempuran yang panas di Timur Tengah. Militer AS dan Iran saling berbalas serangan sejak Selasa lalu. Sejumlah kota-kota Iran di pesisir Selat Hormuz dihantam bom-bom AS. Sementara rudal-rudal Iran beterbangan menuju pangkalan-pangkalan udara AS di negara teluk seperti Bahrain, Kuwait, dan Yordania. 

BACA JUGA:Iran Umumkan Penutupan Total Selat Hormuz

BACA JUGA:Iran Hujani Yordania dengan 12 Rudal Balistik, Incar Pangkalan Udara di Al-Azraq

Sebelumnya, Iran juga mengklaim telah menembakkan belasan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti Airbase di Al-Azraq, Yodania.  

Kategori :