Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan pada Jumat, 12 Jui 2026 bahwa Teheran masih meninjau draf yang ada.
"Sejauh ini, Iran belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut," ujar Baqaei.
Baqaei menjelaskan bahwa sebagian besar teks dalam nota kesepahaman sebenarnya telah diselesaikan. Namun, proses negosiasi kembali menghadapi hambatan akibat perubahan sikap sepihak dari Washington.
"Sebagian besar teks perjanjian sudah difinalisasi, tetapi masalah mulai muncul ketika pihak AS mengajukan tuntutan-tuntutan baru dan mengubah posisi mereka," kata Baqaei menambahkan.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim mengingatkan publik untuk bersikap skeptis terhadap pernyataan sepihak dari Washington. Tasnim mencatat bahwa Trump telah mengumumkan sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir bahwa kesepakatan dengan Iran sudah sangat dekat, namun tidak pernah terwujud.
Otoritas media tersebut memperingatkan bahwa sebelum pihak Iran sendiri yang mengumumkan perihal potensi kesepahaman ini, setiap berita dari Trump mengenai subjek tersebut harus dianggap sama seperti pesan-pesan politiknya yang terdahulu.(*)