HARIAN DISWAY- Frustrasi dengan inkonsistensi jet daratnya, Charles Leclerc resmi mengambil langkah radikal menjelang Grand Prix Barcelona akhir pekan ini. Pembalap utama Ferrari tersebut memutuskan untuk meninggalkan cakram rem Brembo dan beralih ke Carbon Industrie (CI), mengikuti jejak taktis yang sudah lebih dulu diambil oleh rekan setimnya di masa depan, Lewis Hamilton.
Langkah krusial ini diambil setelah Leclerc vokal mengeluhkan kegagalan sistem pengereman yang merusak momentumnya di Montreal dan Monaco.
Di tengah ketatnya persaingan Formula 1 era modern, perjudian teknis ini akan menjadi penentu apakah Leclerc mampu menjinakkan karakteristik agresif CI demi mengamankan podium tertinggi.
Masalah pengereman pada mobil Ferrari terus menjadi sorotan hangat di Formula 1, baik sepanjang musim ini maupun sebagai proyeksi menuju tahun 2025.
Charles Leclerc menjadi pembalap yang paling vokal mengeluhkan performa remnya di Montreal dan Monaco. Frustrasi dengan situasi tersebut, pembalap asal Monako ini kabarnya meminta pergantian pemasok cakram rem dari Brembo ke Carbon Industrie (CI) mulai akhir pekan Grand Prix Barcelona.
Langkah ini sebenarnya bukan hal baru di garasi Ferrari. Lewis Hamilton sudah lebih dulu beralih menggunakan cakram CI sejak GP Jepang pada Maret lalu. Leclerc sempat mengujinya di sana, namun ia memilih bertahan dengan Brembo hingga balapan kandangnya di Monaco kemarin.
Bagi tim F1, pergantian komponen seperti ini adalah hal lumrah. Meski Brembo tetap menjadi mitra resmi Ferrari yang memasok seluruh sistem pengereman, preferensi feeling terhadap cakram rem sangat bergantung pada sensitivitas masing-masing pembalap.
BACA JUGA:Menakar Efek Domino Perubahan Aturan Mesin F1 Era 2027/2028
BACA JUGA:7 Pembalap Muda Siap Gebrak FP1 GP Spanyol 2026, Siapa Saja?
Perbedaan Karakter: Brembo vs Carbon Industrie
Secara garis besar, cakram Brembo dan CI memiliki karakteristik yang berbeda, walaupun jurang perbedaan itu perlahan terkikis seiring pengembangan teknologi.
Bagi para pembalap, beradaptasi dengan karakter rem baru jelas bukan perkara mudah. Terlebih lagi, spesifikasi rem tertentu bisa menjadi keuntungan atau malah kerugian, tergantung pada sirkuit yang dihadapi.
Tantangan Era Modern misim 2026: Di luar urusan vendor cakram, tantangan terbesar mobil generasi saat ini adalah menyeimbangkan kontribusi rem mekanis dengan sistem pemanenan energi (regenerative braking) di poros belakang. Mengoptimalkan keseimbangan ini sangat rumit, terutama saat menjaga suhu ban dan baterai di belakang Safety Car atau selama formation lap.
Penampakan model sistem pengereman di Mobil Charles Leclerc. --Twitter LA Gazzetta Ferrari @GazzettaFerrari
Profil Performa Karakter Brembo
- Suhu Kerja Efisien: Berada di kisaran 180°C hingga 900°C.
- Manajemen Suhu: Tingkat keausan cakram dan kampas rem bisa menjadi tidak terkendali jika kekurangan pendinginan. Di sisi lain, menambah jalur pendinginan berisiko merusak efisiensi downforce mobil secara keseluruhan.
- Kelebihan: Sangat baik dan konsisten saat memasuki tikungan pertama, atau ketika kondisi rem masih dingin (misalnya setelah periode Safety Car).
- Gaya Mengemudi: Lebih cocok untuk pembalap dengan gaya smooth yang menginjak pedal rem secara bertahap.
- Karakter Sirkuit: Ideal untuk trek dengan kebutuhan energi pengereman rendah seperti Monaco dan Singapura. Namun, sirkuit jenis ini memiliki banyak titik pengereman kecil tanpa waktu pendinginan yang cukup, sehingga suhu rem rentan melonjak perlahan, masalah yang tampaknya dialami Ferrari saat balapan di Monaco.
BACA JUGA:Blong di Monaco, Leclerc Adopsi Sistem Rem Hamilton demi GP Spanyol
BACA JUGA:FIA Larang Fitur Aerodinamika Aktif, Mercedes dan Red Bull Malah Bikin Kejutan di Monaco
Profil Performa Karakter Carbon Industrie (CI)
- Suhu Kerja Efisien: Lebih tinggi, berada di kisaran 350°C hingga 1200°C.
- Manajemen Suhu: Memungkinkan tim memperkecil lubang pendingin rem tanpa risiko keausan dini yang tidak terkendali.
- Kelemahan: Pembalap harus ekstra fokus menjaga suhu cakram dan kampas rem agar tetap ideal selama warm-up lap maupun formation lap.
- Gaya Mengemudi: Lebih cocok untuk pembalap yang cenderung agresif dan menginjak pedal rem secara mendadak (hard-braker).
- Karakter Sirkuit: Sangat pas untuk sirkuit dengan energi pengereman tinggi seperti Monza dan Montreal. Di trek seperti ini, rem bisa menjadi terlalu dingin di trek lurus panjang, namun suhunya akan melonjak drastis di akhir zona pengereman, yang sering kali mengubah keseimbangan mobil secara instan.