Dari percakapan viral itulah para kreator mengembangkan gagasan Anne Frank menjadi sebuah musikal satir.
Dibuat untuk Mengundang Perdebatan
Pertunjukan itu digarap oleh Joel Sinensky bersama Andrew Fox yang juga bertanggung jawab atas musiknya.
BACA JUGA:Jungwoo NCT Debut Jadi Aktor Musikal, Perankan Dr. Rieux di This is PESTE
BACA JUGA:Fakta Menarik Siapa Dia, Film Musikal Garin Nugroho yang Jadi Surat Cinta buat Sinema Indonesia
Fox sebelumnya mengomentari pendekatan politik dalam pertunjukan tersebut. Ia menyebut bahwa konsep itu memang sengaja dibuat ambigu.
Namun, sasaran utama satirnya adalah kecenderungan berlebihan. Terutama terkait politik identitas.
Inspirasi musikalnya juga beragam. Mulai dari gaya musik hip-hop hingga pengaruh teater musikal modern.
Andrew Fox juga mengelola akun Instagram resmi pertunjukan. Akun itu pun dikenal sering memancing perdebatan.
Jaz Zepatos sebagai Mrs. Van Daan, Olivia Bernabe sebagai Anita dan Austen Horne sebagai Edith dalam 'Slam Frank.'-Jasper Lewis-The Hollywood Reporter
BACA JUGA:Netflix Siapkan Semesta Baru untuk KPop Demon Hunters, Dari Live-Action hingga Musikal
Meski tanpa anggaran promosi besar, akun itu berhasil menarik puluhan ribu pengikut. Bahkan membantu menjual habis pertunjukan tahap pengembangan sebelumnya.
Dari Eksperimen Menjadi Fenomena
Pertunjukan perdana Slam Frank sebelumnya digelar dalam tahap pengembangan. Yakni di Teater The Asylum, Midtown, pada September 2025.
Respons yang muncul terbelah. Sebagian memuji keberaniannya mengangkat tema sensitif melalui humor satir.
Sebagian lain menilai pendekatannya terlalu provokatif. Namun, perhatian besar justru membuat nama Slam Frank semakin dikenal.
BACA JUGA:7 Fakta Seru Jeongnyeon: The Star is Born, Drama Musikal yang Dibintangi Kim Tae Ri