Cheng Yu Pilihan Editor Harian Disway: Yu Lan Er Wang

Cheng Yu Pilihan Editor Harian Disway: Yu Lan Er Wang

CHENG YU pilihan editor Harian Disway berbunyi yu lan er wang. Suatu negeri akan hancur dengan sendirinya jika korupsi dibiarkan merajalela.-Devona Vaiya/AI-Harian Disway

HARIAN DISWAY - Tak lama setelah bertakhta, sebagaimana dicatat bab 26 kitab Zhenguan zhengyao (贞观政要), Li Shimin segera mengingatkan menteri-menterinya: nyawa manusia jauh lebih berharga ketimbang harta.

Sayangnya, katanya, "Ada orang yang, demi harta, tidak takut pada jerat hukum. Mereka langsung menerima suap tanpa ragu. Itu sama halnya dengan tidak menghargai nyawanya sendiri" (人之性命甚於明珠,见金钱财帛不惧刑网,径即受纳,乃是不惜性命).

Padahal, lanjut kaisar masyhur Dinasti Tang tersebut, "Kalau saja para pejabat mau sepenuhnya berdedikasi, jujur, mengutamakan kepentingan negara, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, niscaya pangkat dan kedudukan akan datang dengan sendirinya" (群臣若能备尽忠直,益国利人,则官爵立至).

Ditambah lagi, "Jika kalian mampu menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan senantiasa menaati hukum, serta memiliki rasa takut dan kewaspadaan sebagaimana aku takut kepada Penguasa Langit dan Bumi, bukan hanya rakyat yang akan hidup tenteram, melainkan kalian sendiri pun akan senantiasa memperoleh kebahagiaan dan ketenteraman" (卿等若能小心奉法,常如朕畏天地,非但百姓安宁,自身常得驩乐).

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy Ahmad Khoirul Umam: Shi Ban Gong Bei

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi: Yin Shi Zhi Yi

Li Shimin lantas mengajak para menterinya merenung. "Lihatlah para pejabat tinggi, baik yang di pusat maupun yang di daerah itu. Penghasilan dan tunjangan mereka sudah sangat besar. Dalam setahun, jumlah yang mereka peroleh tentu tidaklah sedikit" (至如内外官五品以上,禄秩优厚,一年所得,其数自多).

"Namun," tambah Li Shimin, "mereka tidak mau menempuh jalan yang benar untuk meraih kemuliaan. Sebaliknya, mereka justru menerima harta secara gelap. Ketika laku korupnya terbongkar, mereka akan kehilangan jabatan dan nyawanya" (皆不能以此道求荣,遂妄受财物,赃贿既露,其身亦殒). 

Itulah yang membuat Li Shimin tak habis pikir, "Nyawa manusia yang begitu berharganya, mengapa sampai dipertaruhkan hanya demi mengakumulasikan harta benda" (性命之重,乃以博财物耶)? 

Barangkali karena penghargaannya terhadap nyawa manusia inilah, sepanjang sejarah kedinastian Tiongkok, Dinasti Tang tercatat sebagai dinasti yang paling sering mengeluarkan dekret pengampunan umum (amnesti) bagi narapidananya.

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pendiri Cimory Group Bambang Sutantio: Sai Weng Shi Ma, Yan Zhi Fei Fu

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Anggota DPRD Jatim-Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi: San Si Er Hou Xing

Ambillah contoh tahun keempat pemerintahan Li Shimin (630). Saat itu, Dinasti Tang sedang jaya-jayanya: sudahlah rakyat adil, makmur, sentosa; negeri-negeri lain pun menaruh hormat dan segan kepadanya.

Sebagai wujud rasa syukur, Li Shimin mengeluarkan dekret pengampunan umum bagi seluruh negeri. Melalui dekret itu, seluruh kejahatan, baik ringan maupun berat, bahkan yang diancam dengan hukuman mati, dinyatakan mendapat pengampunan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: