BACA JUGA:Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Beruntun, Ruud Gullit: Jangan Sok Mau Main Tiki-Taka!
Andrea Pirlo mengatur ritme permainan dari lini tengah. Sementara Luca Toni memberikan ancaman di lini depan.
Italia akhirnya keluar sebagai juara dunia. Mereka mengalahkan Prancis melalui adu penalti pada partai final.
Keberhasilan tersebut dianggap sebagai salah satu pencapaian paling lengkap. Baik secara taktik maupun mental dalam sejarah Azzurri.
Jika dilihat dari cerita emosional, generasi 1982 mungkin menjadi yang paling berkesan. Dari sisi kualitas taktik dan konsistensi permainan, tim 2006 sering dinilai paling sempurna.
BACA JUGA:Allegri Kandidat Utama Pelatih Timnas Italia Jika Malago Jabat Presiden FIGC
BACA JUGA:Resmi! Gennaro Gattuso Mundur dari Timnas Italia Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Adapun skuad 1994, meski gagal juara tetap dikenang sebagai salah satu representasi puncak kualitas sepak bola Italia.
Dalam konteks sepak bola modern, ketiga generasi tersebut menunjukkan hal penting dalam sepakbola.
Yakni pentingnya identitas permainan, kepemimpinan pemain senior, dan fondasi pertahanan yang kuat. Itulah syarat utama meraih kesuksesan di level tertinggi. (*)