UEFA Tolak Ikuti Jejak FIFA Soal Hydration Break, Apa Alasannya?

Sabtu 20-06-2026,08:25 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Penerapan hydration break di Piala Dunia 2026 terus memunculkan perdebatan.

Awalnya, jeda untuk minum itu dimaksudkan untuk melindungi pemain dari cuaca panas ekstrem selama turnamen di Amerika Utara. Namun kini kebijakan tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk suporter dan sejumlah pemain.

Namun, ada saja wacana untuk membawa hydration break ke berbagai kompetisi. Termasuk di Eropa. Nah, UEFA langsung angkat bicara. Mereka tidak berencana mengikuti langkah FIFA dengan mewajibkan jeda minum di setiap pertandingan.

Untuk Euro 2028 maupun kompetisi antarklub Eropa, badan sepak bola Eropa itu tetap mempertahankan kebijakan yang lebih fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

BACA JUGA:FIFA Terapkan Aturan Cooling Break di Semua Laga Piala Dunia 2026

BACA JUGA:6 Prediksi Fase Grup Piala Dunia 2026: Drama, Kejutan, dan Persaingan Ketat

UEFA Tetap Gunakan Penilaian Berdasarkan Kondisi Cuaca


Momen pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, memberikan instruksi ketika laga uji coba lawan Senegal saat cooling break--talksport.com

Berbeda dengan FIFA yang menerapkan hydration break di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026, UEFA memilih pendekatan yang lebih selektif. Jeda minum akan diberlakukan jika kondisi cuaca benar-benar dianggap berisiko bagi kesehatan pemain.

Penilaian tersebut dilakukan oleh delegasi pertandingan menggunakan alat pengukur suhu khusus bernama Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Itu dianggap sebagai metode paling akurat untuk mengukur risiko stres panas saat aktivitas fisik di luar ruangan.

Dalam regulasi UEFA, jeda minum wajib baru diberlakukan apabila WBGT mencapai 32 derajat Celsius. Atau suhu udara sekitar 35 derajat Celsius.

Dengan kata lain, pertandingan yang dimainkan dalam kondisi cuaca normal tidak otomatis akan dihentikan untuk memberi kesempatan pemain minum.

BACA JUGA:Drama Piala Dunia 2026, Wasit Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat

BACA JUGA:Profil Vozinha, Kiper Cape Verde yang Bikin Spanyol Frustasi di Piala Dunia 2026

Seorang juru bicara UEFA juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan tersebut, baik untuk kompetisi Liga Champions maupun Euro 2028.

Sikap itu menunjukkan UEFA masih percaya bahwa keputusan terkait jeda minum sebaiknya diambil berdasarkan kebutuhan nyata di setiap pertandingan, bukan dijadikan aturan umum untuk seluruh turnamen.

Seberapa Efektif Hydration Break?

Kategori :