"Aku memang tidak bisa ke lapangan. Tapi pemain kan bisa ke dekat bench untuk minum. Saat itulah, aku memberikan instruksi," papar Aguirre kepada AP. "Kami manfaatkan itu untuk mengoreksi apa yang salah. Bagus sih buat pelatih," ucapnya.
Perdebatan mengenai hydration break menunjukkan sulitnya mencari keseimbangan antara keselamatan pemain, kelancaran pertandingan, dan kepentingan komersial dalam sepak bola modern.
Dengan tetap mempertahankan pendekatan berbasis kondisi cuaca, UEFA tampaknya ingin memastikan bahwa jeda minum hanya digunakan ketika benar-benar diperlukan, bukan menjadi aturan yang berlaku tanpa mempertimbangkan situasi di lapangan. (*)