BANGKA BARAT, HARIAN DISWAY – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai pembangunan Dermaga II sekaligus peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, Senin, 22 Juni 2026. Proyek tersebut untuk memperkuat konektivitas antara Kepulauan Bangka Belitung dan Pulau Sumatera.
Groundbreaking proyek dihadiri Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Bupati Bangka Barat Markus. Turut mendampingi, Kepala Dinas Perhubungan Bangka Belitung, perwakilan Polda Bangka Belitung, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, serta Danrem 045 Garuda Jaya.
Kemudian, perwakilan DPRD Kabupaten Bangka Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bangka Belitung, KSOP Mentok, PT Nindya Karya, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengembangan infrastruktur pelabuhan menjadi bagian dari strategi perusahaan. Yakni, menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang lebih andal, aman, dan berkelanjutan.
BACA JUGA:ASDP Perkuat Konservasi Terumbu Karang di Pesisir Bau-Bau
Pelabuhan Tanjung Kalian menjadi simpul transportasi utama yang menghubungkan Bangka Belitung dengan Sumatera-Dokumentasi ASDP-
Pelabuhan Tanjung Kalian memiliki posisi penting sebagai salah satu gerbang utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Bangka Belitung. Karena itu, peningkatan kapasitas pelabuhan diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan layanan penyeberangan pada masa mendatang.
“Infrastruktur pelabuhan memiliki peran penting sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, “ katanya.
Pembangunan dan peningkatan kapasitas Dermaga Tanjung Kalian menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin andal. Dengan begitu, kebutuhan layanan pada masa puncak angkutan dapat terlaksana dengan baik.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menyambut baik proyek tersebut. Ia menilai pengembangan Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan langkah strategis karena pelabuhan itu menjadi simpul transportasi utama yang menghubungkan Bangka Belitung dengan Sumatera.
Menurut Hidayat, tingginya mobilitas masyarakat pada periode tertentu sering kali menimbulkan tantangan dalam pelayanan penyeberangan. Karena itu, peningkatan kapasitas pelabuhan dinilai penting untuk memberikan pelayanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
BACA JUGA:Beasiswa Perempuan Danau Toba dan Sibolga dari ASDP-UNIMED, Siapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
BACA JUGA:ASDP Perkuat Gerbang Maritim Kepri Lewat Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban
“Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta pembangunan daerah, khususnya di Mentok dan Bangka Barat,” katanya.
Proyek pengembangan tersebut meliputi pembangunan Dermaga II yang dirancang untuk melayani kapal berkapasitas hingga 1.000 Gross Tonnage (GT). Dermaga baru itu memiliki panjang 58 meter dan lebar 13 meter.