KITA harus mampu memahami karakter dan corak industri rokok di tanah air. Industri rokok, terutama yang di daerah saya seperti di Madura ini, levelnya banyak sekali dan rata-rata berada di golongan III.
Produknya juga beragam dengan skala produksi yang berbeda-beda. Kalau golongan tarif cukai terlalu sederhana, terutama di golongan III, itu akan menyusahkan produsen pabrik rokok skala kecil dan menengah.
Dalam situasi perekonomian yang kurang baik seperti saat ini, pabrikan rokok itu menyumbang tarif cukai dan tenaga kerja. Kalau tarif cukai terlalu sederhana, terutama di golongan III, akan memberatkan perusahaan rokok menengah bawah.
Di Madura saja, industri hasil tembakau mempekerjakan tenaga kerja langsung lebih dari 186 ribu orang. Itu belum termasuk jumlah tenaga kerja tidak langsung dan dampak ekonomi di wilayah hilirnya. Dengan mempertimbangkan hal itu, sewajarnya jika tarif cukai golongan III dibuat kebijakan yang afirmatif.
BACA JUGA:Ringankan Beban Ekonomi, Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp901 Juta untuk Buruh Rokok di Bojonegoro
Dengan kebijakan afirmatif tersebut, pabrikan rokok golongan III yang beragam jenis produk dan jumlah produksinya bisa secara legal bisa terpayungi tarif cukai. Rokok dengan cukai ilegal banyak karena mereka tidak bisa memenuhi tarif cukai rokok golongan III.
Tarif golongan III saat ini akan berat diraih oleh produsen rokok baru yang rata-rata usianya di bawah 20 tahun, yang belum memiliki segmen pasar yang kuat. Karena tarif cukai golongan III yang mahal dan tidak sepadan dengan perhitungan bisnisnya, mereka malah memilih menggunakan tarif cukai palsu dan bermain mata dengan petugas cukai.
Kalau mereka diberi tarif cukai yang afirmatif, misalnya, diberi insentif tarif cukai sebesar 300 rupiah khusus untuk pabrikan di bawah 20 tahun, kebijakan itu akan mendorong mereka dinaungi cukai legal, pendapatan cukai naik, dan iklim usaha mereka bisa berjalan tanpa kejar-kejaran dengan aparat cukai.
BACA JUGA:Video Razia Warung Madura Viral, Bea Cukai Buka Suara soal Rokok Ilegal
BACA JUGA:Manfaat Berhenti Merokok: Tubuh Mulai Beradaptasi dari 24 Jam Pertama hingga Setahun Kemudian
Dari perhitungan teman-teman produsen rokok, tarif cukai dengan golongan III, jika diberi kebijakan afirmasi di atas, pendaptan cukai dari golongan III malah bisa meningkat drastis.
Sebab, pertama, banyaknya layer tarif cukai tidak serta-merta akan menurunkan tarif cukai. Kalau produksi hasil tembakau meningkat, dengan serta-merta pendapatan cukai juga akan naik, dan produsen rokoknya bertambah banyak karena tarif cukai untuk golongan III dengan kebijakan afirmasi tidak akan memberatkan mereka.
Mereka akan memilih menggunakan cukai legal. Pengawasan lebih mudah, penegakan hukum juga akan makin minimalis.
Ketiga, justru kita harus mampu mendorong pabrikan rokok yang menggunakan cukai palsu dengan rela hati menggunakan cukai resmi. kalau mereka diberi kebijakan afirmasi sebagaimana yang saya jelaskan di atas, tentu saja itu mampu direalisasikan pemerintah.