HARIAN DISWAY - Gurun Arab Saudi akan memiliki wajah baru untuk para pencinta langit malam. Heatherwick Studio memperkenalkan desain AlUla Manara.
Itu merupakan pusat observasi bintang. Sekaligus fasilitas penelitian luar angkasa. Proyek itu akan dibangun di kawasan AlUla, dekat situs warisan dunia UNESCO.
Bangunan tersebut dirancang untuk memanfaatkan kondisi langit AlUla. Langit setempat dikenal memiliki tingkat visibilitas bintang sangat baik.
Tidak hanya menjadi destinasi wisata astronomi. AlUla Manara juga disiapkan sebagai pusat riset. Khususnya bagi ilmuwan yang meneliti ruang angkasa.
BACA JUGA:NASA Temukan Eksoplanet Mirip Bumi: TOI 700 e, Harapan Baru untuk Kehidupan di Luar Angkasa
BACA JUGA:Astronot dan Risikonya di Luar Angkasa, Dari Tulang Rapuh Hingga Isolasi
Heatherwick Studio menyebut proyek itu memiliki tujuan khusus. Yakni ingin mengubah cara masyarakat menikmati dan memahami ilmu astronomi.
Rancangan proyek Heatherwick Studio yang rencananya akan dibangun di AlUla, Arab Saudi.-Heatherwick Studio-dezeen.com
“Pusat pengunjung AlUla Manara menempatkan pembelajaran berbasis pengalaman. Sebagai inti dari sains kelas dunia. Sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu bagi mereka yang ingin mengamati bintang,” ujar Executive Partner Heatherwick Studio Stuart Wood.
Menurutnya, observatorium luar angkasa selama ini sering dipersepsikan sebagai tempat yang jauh, tertutup, dan hanya ditujukan bagi kalangan peneliti.
Melalui AlUla Manara, batas tersebut ingin dihilangkan. Pengunjung nantinya dapat merasakan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia astronomi. Yakni melalui ruang yang imersif dan terbuka.
BACA JUGA:Blue Origin Terbangkan Mahasiswa ke Luar Angkasa
Dari sisi desain, AlUla Manara tampil sangat khas. Bangunan itu menggunakan material batu bertekstur. Dengan bentuk menyerupai tabung teleskop raksasa yang saling bertumpuk.
Setiap struktur mengarah ke langit dan diakhiri bukaan kaca besar. Tujuannya untuk menghadirkan pemandangan langsung ke langit malam. Jug lanskap gurun di sekitarnya.