Desain tersebut terinspirasi dari pegunungan batu pasir AlUla. Sekaligus pola spiral yang banyak ditemukan di alam semesta.
Heatherwick Studio menyebut konsep bangunan dibuat dengan satu kekhasan. Yakni untuk menghadirkan hubungan visual dan simbolis antara bumi dan ruang angkasa.
“Tiga formasi yang saling terhubung ini terinspirasi dari bentuk teleskop dan geometri spiral. Yang membentuk tata surya maupun lanskap alami,” jelas Wood.
Beberapa bentuk seperti tabung dalam rancangan Heatherwick Studio menghadap ke atas. Memungkinkan pengunjung untuk mengamati bintang-bintang.-Heatherwick Studio-dezeen.com
Selain ruang observasi dan fasilitas penelitian, kompleks AlUla Manara juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya planetarium, restoran, serta dek observasi di bagian atap.
Pengunjung nantinya dapat menikmati pengalaman mengamati langit. Sambil belajar mengenai astronomi secara lebih interaktif. Proyek itu juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang lebih besar.
Masterplan AlUla mencakup pembangunan teleskop kelas dunia, area penginapan khusus pengamat bintang, hingga pod observasi terpencil. Semua itu memungkinkan pengunjung menikmati langit malam dengan gangguan cahaya minimal.
BACA JUGA:Perjalanan 5 Negara dalam Eksplorasi Luar Angkasa
BACA JUGA:Amerika Serikat Perpanjang Operasi Stasiun Luar Angkasa ISS Hingga 2030
Heatherwick Studio dikenal sebagai salah satu firma desain. Aktif menggarap proyek budaya dan ruang publik di berbagai negara.
Di Arab Saudi, studio tersebut juga tengah mengerjakan proyek transformasi di Laut Merah. Mereka mengubah bekas fasilitas desalinasi menjadi museum.
Melalui AlUla Manara, Arab Saudi tampaknya ingin memperluas identitas AlUla. Selain sebagai destinasi sejarah dan budaya, juga sebagai pusat wisata astronomi dan eksplorasi masa depan. (*)