Mereka terbiasa mendengarkan, memahami, dan membantu orang lain. Sehingga sering menjadi "terapis emosional" tanpa disadari.
BACA JUGA:Apa Itu Dry Begging? Kenali Tanda, Dampak, dan Cara Menghadapinya dalam Hubungan
BACA JUGA:Kunci Hubungan Awet di Tengah Maraknya Perceraian
Jika tidak mampu menetapkan batasan yang sehat, mereka berisiko membawa beban emosional. Beban yang sebenarnya bukan milik mereka.
Kelelahan Tidak Selalu Berasal dari Pekerjaan
Banyak orang menganggap kelelahan hanya disebabkan oleh pekerjaan, kurang tidur, atau aktivitas yang padat.
Namun, hubungan yang tidak sehat juga dapat menjadi sumber kelelahan emosional. Contohnya: persahabatan yang toksik, anggota keluarga yang terlalu mengontrol, hubungan yang menuntut secara emosional, maupun lingkungan kerja yang penuh tekanan.
Kenali Tanda-Tandanya
Setiap orang harus lebih peka terhadap kondisi dirinya setelah berinteraksi dengan orang lain. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
BACA JUGA:Relationship Detox, Mengistirahatkan Diri dari Hubungan yang Melelahkan
BACA JUGA:Cara Mengenali dan Mengatasi Overthinking dalam Hubungan
- Merasa lelah secara mental.
- Emosi terasa berat.
- Muncul kecemasan tanpa sebab yang jelas.
- Mudah tersinggung.
- Terus-menerus merasa bersalah.
- Selalu kehabisan energi setelah bertemu seseorang.
Salah satu ciri orang dengan energy vampire adalah terus-menerus membutuhkan validasi dari orang lain.--magnific
Cara Menjaga Kesehatan Emosional
Menjaga energi bukan berarti menjauhi semua orang atau menutup diri dari lingkungan. Sebab, yang lebih penting adalah membangun kesadaran.
Memilih dan memilah mengenai hubungan mana yang memberi dukungan positif dan mana yang justru membuat diri merasa terkuras.
Anda sudah tahu, konsep energy vampire merupakan istilah yang umum digunakan dalam kalangan spiritual dan psikologi populer.
BACA JUGA:Hubungan Antara Si Avoidant dan Si Anxious
BACA JUGA:Talking Stage, Fenomena yang Kian Umum dalam Hubungan Masa Kini
Perasaan lelah, cemas, atau tertekan setelah berinteraksi dengan orang lain juga dapat dipengaruhi berbagai faktor. Seperti psikologis maupun kondisi kesehatan mental.