Luka Modric Semprot Penggunaan VAR Berlebihan, Nggak Usah Ikut Campur!

Sabtu 04-07-2026,06:17 WIB
Reporter : Raden Josaphat Bhismantaka
Editor : Retna Christa

"Babak pertama kami tidak bermain seperti biasanya, tetapi di babak kedua kami tampil luar biasa," kata Modric. "Kami bahkan seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan lebih cepat. Sayangnya, hasil akhirnya tidak berpihak kepada kami," sesalnya.

Gelandang veteran berusia 40 tahun itu juga mempertanyakan alasan wasit menganulir gol penyeimbang Kroasia. Menurut penjelasan wasit, Matanovic menyentuh bola sebelum diterima Pasalic.

Namun, Modric menilai tayangan ulang tidak memberikan bukti yang jelas bahwa rekannya benar-benar melakukan sentuhan tersebut.

BACA JUGA:Panama vs Kroasia 0-1, Ante Budimir Jaga Asa Vatreni ke 32 Besar

BACA JUGA:Rating Pemain Kroasia yang Kalahkan Panama 1-0, Stanisic Terbaik!

"Wasit mengatakan Matanovic menyentuh bola, tetapi dari tayangan yang kami lihat tidak ada bukti yang jelas. Kalau memang tidak ada sentuhan, seharusnya tidak terjadi offside," ujarnya.

Kritik Pedas terhadap Penggunaan VAR


Luka Modric pertanyakan keabsahan bukti VAR soal sentuhan bola Matanovic yang batalkan gol penyeimbang dramatis Kroasia di menit akhir.--Getty Images

Selain mempersoalkan gol yang dianulir, Modric juga mengkritik keputusan penalti yang diberikan kepada Portugal. Ia menilai kontak antara Vlasic dan Renato Veiga masih berada dalam batas wajar sehingga tidak layak berujung hadiah penalti.

Menurut mantan pemain Real Madrid tersebut, VAR seharusnya hanya digunakan ketika terjadi kesalahan yang benar-benar jelas. Bukan untuk situasi yang masih bisa diperdebatkan.

Ia menilai, saat ini penggunaan VAR jadi sangat berlebihan. "Aku sejak awal memang tidak terlalu menyukai VAR. Teknologi ini berguna dalam beberapa situasi, tetapi sering kali digunakan secara tidak tepat," kritiknya.

BACA JUGA:Kroasia vs Gibraltar 3-0, Vatreni Baru Keren Setelah Luka Modric Masuk

BACA JUGA:Kroasia vs Slovenia 2-1: Vatreni Bangkit Jelang Piala Dunia 2026, Modric Jadi Penentu

"VAR seharusnya turun tangan jika itu 200 persen merupakan kesalahan. Tapi jika tidak, jika berada di zona abu-abu, Anda tidak punya hak untuk ikut campur. Tidak ada gunanya memanggil VAR," ucap pemilik enam trofi Liga Champions itu dengan tajam.

Meski kecewa terhadap keputusan wasit dan VAR, Modric memilih menerima hasil pertandingan. Ia tetap memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang dinilai telah menunjukkan semangat juang tinggi, terutama pada babak kedua.

"Kami boleh bangga dengan cara bermain dan perjuangan tim. Itulah Kroasia yang selama ini dikenal dunia. Sekarang kami harus menerima kenyataan, bangkit, dan menatap ke depan," tutupnya.

Sementara itu, Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar dan selanjutnya akan menghadapi salah satu kandidat juara, Spanyol, dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Dallas Stadium. (*)

Kategori :