Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Dimulai: Jutaan Orang Tuntut Balas Dendam

Selasa 07-07-2026,14:31 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Empat bulan lebih berselang, mendiang Ayatollah Ali Khamenei akhirnya menuju tempat peristirahatan terakhir. Prosesinya dimulai Senin, 6 Juli 2026. Suasana duka itu berpadu dengan kemarahan rakyat Iran. Mereka ingin menuntut balas akan kematian sang pemimpin tertinggi.

KELOPAK-kelopak bunga menutupi peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Peti itu lantas bergerak perlahan di tengah lautan manusia. Jalan-jalan utama Teheran penuh sesak pada Senin.

Bendera Iran berkibar. Bendera Hizbullah ikut melambai. Di sela-selanya tampak bendera merah. Warna itu menjadi simbol yang sama. Balas dendam.

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan orang turun ke jalan. Angka resmi belum diumumkan. Namun foto-foto Agence France-Presse memperlihatkan massa membentang sepanjang boulevard utama ibu kota. Besarnya kerumunan bahkan diperkirakan dapat menyaingi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

BACA JUGA:Berubah Pikiran, Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Akan Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

BACA JUGA:Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Dimulai di Tehran, Jutaan Pelayat Padati Jalanan

Prosesi itu bukan sekadar pemakaman seorang pemimpin. Iran juga sedang menunjukkan dirinya tetap berdiri setelah lima pekan berperang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, perhatian publik masih tertuju kepada penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei. Putra Ali Khamenei itu belum pernah muncul di depan publik sejak ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi.

Selama dua hari terakhir, jenazah Ali Khamenei disemayamkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran. Pada Senin pagi, peti jenazah mulai diberangkatkan menuju rangkaian prosesi berikutnya. Ribuan kelopak bunga menutupi bagian atas peti. Massa mengiringinya sepanjang perjalanan.

Ali Khamenei tewas pada hari pertama perang Timur Tengah, 28 Februari 2026.

Pemerintah tampak belajar dari sejarah. Mereka tidak ingin mengulang kekacauan pemakaman Khomeini hampir empat dekade lalu. Menurut kantor berita negara IRNA, sekitar 10 juta orang menghadiri pemakaman tersebut. Desak-desakan massa menewaskan lebih dari sepuluh orang. Lebih dari sepuluh ribu lainnya terluka.


WAJAH DUKA warga Iran yang mengikuti upacara pemakaman, 6 Juli 2026.-AFP-

Gholamreza Khanbabaei, 58 tahun, menjadi salah seorang pelayat yang mengikuti iring-iringan.

"Kalau saya membandingkan upacara ini dengan yang dulu, sebenarnya tidak ada perbedaannya. Namun, massa kali ini tampaknya jauh lebih bersemangat," ujarnya.

Seluruh ruang udara Teheran ditutup pada Senin. Aktivitas kota praktis berhenti. Warga memenuhi jalan-jalan utama untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kategori :