Salah satunya gim eksperimental akan semakin sedikit. Karena pengembang akan lebih fokus pada proyek-proyek berskala besar. Proyek yang memiliki potensi keuntungan tinggi.
Microsoft juga diperkirakan akan semakin agresif merilis gim di berbagai platform. Tidak hanya terbatas pada ekosistem Xbox.
Selain itu, kebijakan PHK tersebut diperkirakan membuat banyak penerbit gim lain khawatir. Mereka menjadi lebih berhati-hati dalam merekrut karyawan. Pun, berhati-hati dalam menggelontorkan investasi baru.
Meski melakukan restrukturisasi besar-besaran, Microsoft diperkirakan akan semakin agresif merilis gim di berbagai platform..--theloadout
Perusahaan juga diperkirakan akan semakin mengandalkan teknologi AI dan cloud gaming. Demi meningkatkan efisiensi proses pengembangan.
BACA JUGA:Xbox App Resmi Hadir di Windows 11 Arm, Perluas Akses Gaming PC
BACA JUGA:Ningtendo PXBOX 5, Konsol Unik yang Satukan PS5, Xbox, dan Switch 2
Di saat yang sama, restrukturisasi itu dapat mendorong gelombang konsolidasi baru di industri gim. Perusahaan-perusahaan akan berusaha mencari model bisnis yang lebih stabil. Terlebih di tengah tingginya biaya produksi.
Bagi para gamer, perubahan tersebut kemungkinan belum akan terasa dalam waktu dekat. Microsoft memastikan proyek-proyek besar yang saat ini sedang dikembangkan tetap akan dilanjutkan.
Namun dalam jangka panjang, pengguna kemungkinan akan melihat perubahan strategi Xbox. Konsol itu akan lebih menitikberatkan pada profitabilitas.
Juga ekspansi gim lintas platform, layanan berlangganan, serta cloud gaming. Opsi itu lebih baik dibandingkan memperbanyak akuisisi studio pengembang. (*)