Sehingga mampu menjalankan penalaran yang lebih mendalam, melakukan pencarian informasi, hingga mendukung tugas-tugas berbasis agen kecerdasan buatan.
Sementara itu, ChatGPT kini dapat berhenti berbicara dan hanya mendengarkan. Hingga pengguna kembali memberikan perintah.
BACA JUGA:OpenAI Perkenalkan Instant Checkout di ChatGPT, Permudah Belanja Online Global
BACA JUGA:OpenAI Dikabarkan Kembangkan Earbud AI Sweetpea dengan Integrasi ChatGPT
Respons suara juga dapat dipadukan dengan tampilan visual. Sehingga informasi yang diberikan menjadi lebih lengkap dan mudah dipahami.
Melalui fitur GPT-Live-1 dan GPT-Live-1, ChatGPT kini dapat berhenti berbicara dan hanya mendengarkan.--Mewsagency
OpenAI optimis dengan masa depan interaksi berbasis suara. Itu akan menjadi salah satu cara utama masyarakat menggunakan komputer pada masa mendatang.
Perusahaan menilai teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk membantu berbagai hal.
Mulai dari pekerjaan, mengatur aktivitas harian, hingga menangani tugas-tugas yang lebih kompleks secara berkelanjutan.
BACA JUGA:OpenAI Akan Luncurkan ChatGPT Health, Mampu Kelola Data Medis dan Kebugaran Pengguna
BACA JUGA:OpenAI Bantah Tampilkan Iklan di ChatGPT
Meski demikian, OpenAI mengakui teknologi suara berbasis AI masih memiliki sejumlah tantangan yang harus dibereskan.
Demonstrasi penerjemahan beberapa bahasa masih menunjukkan pelafalan yang terdengar formal. Kurang alami.
Perusahaan juga terus mengembangkan kualitas pengucapan, pemahaman budaya, serta akurasi penerjemahan. Sehingga pengalaman pengguna semakin baik.
Persaingan di bidang asisten suara berbasis AI juga semakin ketat. Sejumlah perusahaan teknologi ikut mengembangkan teknologi serupa.
BACA JUGA:OpenAI Rilis ChatGPT 5.1 Pekan Ini, Apa Saja Perubahannya?