Christopher Nolan Ungkap Proses Syuting The Odyssey, Terinspirasi Oppenheimer

Selasa 14-07-2026,17:00 WIB
Reporter : Calya Wahyu Pratiwi*
Editor : Retna Christa

"Kami menggunakan kapal sungguhan, air sungguhan. Kami memang memakai semua teknik yang ada, tetapi fondasinya adalah membawa para aktor ke dunia nyata," ungkap Nolan kepada The Daily Show.

"Kami mencari lokasi asli, menggunakan kapal sungguhan, memanfaatkan cuaca yang sesungguhnya, bahkan menghadirkan Cyclops senyata mungkin," kata Nolan.

Pendekatan tersebut diterapkan hampir di seluruh proses produksi. Para pemain, termasuk Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, dan Robert Pattinson, menjalani syuting di berbagai lokasi alam.

BACA JUGA:Fakta Menarik The Odyssey, Karya Homer yang Akan Diadaptasi menjadi Film oleh Christopher Nolan

BACA JUGA:Tom Holland Akan Membintangi Film Terbaru Garapan Christoper Nolan, Judul Belum Diumumkan

Para aktor itu dapat merasakan langsung kondisi yang dihadapi karakter mereka. Dan bagi Nolan, pengalaman itu akan tercermin secara alami di layar dan membantu penonton ikut merasakan perjalanan Odysseus.

"Aku sejak awal ingin menghadirkan The Odyssey sebagai kisah yang membumi dan mudah dipahami penonton modern," ungkap Nolan kepada Associated Press.

Menurutnya, puisi karya Homer tidak hanya berbicara tentang petualangan para pahlawan Mitologi Yunani. Tapi juga tentang keluarga, perjalanan pulang, dan kehidupan sehari-hari, sehingga sisi kemanusiaan itulah yang ingin ia tonjolkan.

Cyclops Bukan Sekadar Monster


Cerita Christopher Nolan soal The Odyssey, tokoh Cyclops adalah hasil riset mendalam soal monster mitologi Yunani.-Universal -

Selain menghadirkan lokasi nyata dan efek praktikal, Christopher Nolan juga memberi perhatian besar pada desain makhluk-makhluk mitologi yang muncul dalam The Odyssey. Terutama Cyclops.

BACA JUGA:Mampir Toko Buku Independen Rakestraw Books, Zendaya Tunjukkan Dune: Messiah dan The Odyssey

BACA JUGA:Christopher Nolan Hadirkan The Odyssey, Matt Damon Jadi Odysseus

Cyclops adalah raksasa bermata satu yang brutal dan jahat, hidup terpisah dari peradaban manusia. Salah satu Cyclops yang paling terkenal adalah Polyphemus, anak Poseidon, sang dewa laut sendiri.

Menurut Nolan, proses perancangan Cyclops sudah dimulai sejak tahap praproduksi bersama production designer Ruth De Jong. Inspirasi visualnya, salah satunya, berasal dari lukisan karya Francisco Goya.

Ruth De Jong mengusulkan agar mata Cyclops ditempatkan secara vertikal di tengah wajahnya. "Kami tahu akan membutuhkan semua teknik yang ada, mulai dari animatronik, puppetry, hingga efek visual komputer," ungkapnya pada Associated Press.

"Namun yang paling penting adalah menemukan bagaimana karakter ini hidup, bergerak, dan memiliki kepribadian," ujar Nolan.

Kategori :