Untuk menemukan desain yang paling tepat, tim produksi bahkan melakukan berbagai eksperimen, termasuk memanipulasi foto wajah Nolan sendiri sebelum mengembangkan tampilan final sang monster.
BACA JUGA:Wow! Ternyata Segini Bayaran Christoper Nolan di Oppenheimer
BACA JUGA:Oscars 2024: Edan! Oppenheimer Borong 7 Piala Termasuk Film Terbaik, Ini Daftar Lengkapnya
Nolan menggandeng aktor Bill Irwin, kolaboratornya di Interstellar, untuk membantu menghidupkan Cyclops melalui perpaduan animatronik, puppetry, dan efek visual digital.
Ia juga mengaku banyak terinspirasi oleh Guillermo del Toro yang selalu memandang monster sebagai karakter dengan kehidupan batin, bukan sekadar makhluk yang menakutkan.
Direkam Sepenuhnya dengan Kamera IMAX
Sinopsis The Odyssey, epos perjalanan panjang Odysseus karya Christopher Nolan. Foto: Nolan (kiri) di lokasi syuting The Odyssey di laut lepas.-Universal -
The Odyssey menjadi film pertama Christopher Nolan yang seluruhnya direkam menggunakan kamera IMAX. Dalam wawancara bersama The Daily Show, ia mengungkapkan bahwa keinginan tersebut sebenarnya telah dimilikinya sejak masih remaja.
"Aku menelepon IMAX dan berkata, 'Kalau memang ada satu film yang layak direkam sepenuhnya dengan IMAX, maka film inilah.' Karena itu kami mencari cara agar kameranya bisa dibuat lebih senyap," kata Nolan.
Ia menjelaskan, kamera IMAX terlalu bising sehingga hanya digunakan untuk adegan aksi. Nah, khusus untuk The Odyssey, IMAX mengembangkan sistem baru yang mampu meredam bunyikamera. Sehingga dialog tetap bisa direkam secara langsung.
BACA JUGA:Oscars 2024: Edan! Oppenheimer Borong 7 Piala Termasuk Film Terbaik, Ini Daftar Lengkapnya
BACA JUGA:Tanpa Kejutan! Ini Daftar Lengkap Pemenang SAG Awards 2024, Oppenheimer Berjaya Lagi
Meski demikian, penggunaan kamera tersebut menghadirkan tantangan tersendiri. Nolan mengatakan setiap gulungan film hanya mampu merekam kurang dari tiga menit.
Proses syuting harus berkali-kali dihentikan untuk mengganti roll film sebelum melanjutkan adegan berikutnya. Namun, lewat karya itu, Christopher Nolan menunjukkan bahwa The Odyssey bukan sekadar adaptasi puisi klasik karya Homer.
Melainkan sebuah proyek ambisius yang memadukan teknologi terbaru, lokasi nyata, efek praktikal, dan pendekatan emosional terhadap kisah yang telah bertahan selama ribuan tahun.
Nolan berharap penonton dapat merasakan petualangan Odysseus seolah-olah mereka benar-benar ikut berlayar bersamanya. The Odyssey tayang di bioskop mulai 15 Juli 2026, dan tiketnya sudah bisa dibeli sekarang! (*)
*) Mahasiswa Magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya