Gombloh dalam Memori Kota

Selasa 21-07-2026,15:34 WIB
Oleh: Heri Lentho*

Penghargaan negara merupakan pengakuan atas jasa seseorang kepada bangsa. Maka, penamaan jalan dan gedung merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh berjasa. 

Pun, sebagai cara sebuah kota menjaga agar jasa itu tetap hidup dalam ingatan warganya. Sebagaimana Surabaya telah mengabadikan nama Cak Durasim melalui gedung dan jalan.

Maka, Surabaya juga memiliki alasan historis, akademis, kultural, dan yuridis untuk mengabadikan nama Gombloh.

BACA JUGA:Di Balik Persiapan Hari Musik Nasional Cak Durasim Surabaya

BACA JUGA:Ratap Si Parto, Lagu Latar Tonil Karya WR Supratman Disajikan dalam Hari Musik Nasional 2026

Penamaan Jalan Gombloh, Jalan Genteng Gombloh, atau Lokaseni (gedung) Gombloh sekaligus sebagai strategi pelestarian memori kolektif kota.

Sebagaimana diajarkan Maurice Halbwachs, diwujudkan dalam lieux de mémoire menurut Pierre Nora, dan dipraktikkan dalam tradisi toponimi kota-kota besar di dunia.

Dengan demikian, Surabaya tidak hanya mengenang Gombloh melalui patung atau peringatan tahunan. Tetapi juga menempatkannya secara permanen dalam peta kota.

Setiap langkah warga yang melintasi Jalan Gombloh, setiap pertunjukan yang berlangsung di Lokaseni Gombloh, akan menjadi pengingat.

BACA JUGA:Suara Seribu Pelajar Hari Musik Nasional, Siswa SMPN 3 Surabaya Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza

BACA JUGA:Parade Indonesia Bermusik Buka Rangkaian Hari Musik Nasional di Makam WR Supratman

Bahwa Surabaya adalah kota yang menghormati para seniman. Seniman membentuk jiwa dan identitas kotanya. (*)


Budayawan Heri Lentho dorong penyematan nama Gombloh sebagai nama jalan, gedung, dan peringatan Hari Musik Surabaya.-Heri Lentho-

*) Budayawan Surabaya.

Kategori :