MALANG, HARIAN DISWAY - Pengalaman anak muda masa kini berbeda jauh dengan generasi Boomer saat masih muda. Generasi Y dan Z, serta generasi awal gen A hidup dalam "dua dunia", yakni dunia nyata dan dunia digital.
Akses digital menjadi jembatan anak muda masa kini untuk menjangkau seluruh dunia. Juga, menjumpai berbagai peristiwa dan pengalaman yang jauh lebih kompleks dibanding Boomer pada masanya. Karena itulah, generasi muda masa kini jauh lebih kritis karena bisa membandingkan keadaannya dengan keadaan di berbagai wilayah lainnya.
"Penting untuk menciptakan pola komunikasi yang dialogis dengan anak muda masa kini. Karena itulah, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dalam dua tahun terakhir menghelat forum RedTalks," terang Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah dalam keterangan yang diperoleh Harian Disway pada Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Said, RedTalks adalah sarana untuk mendengar suara anak muda. "Bagi kami, suara anak muda adalah suara idealisme, mereka belum terikat dengan berbagai kepentingan," tegasnya.
BACA JUGA:Segera Hadir, RedTalks Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern
BACA JUGA:Hanya 71 Persen Rumah Layak Huni di Madura, Said Abdullah Salurkan Uang Reses untuk Bedah Rumah Warga Sumenep
Pada tahun keduanya ini, RedTalks berlangsung Sabtu, 25 Juli 2026. Lokasi penyelenggaraannya adalah Malang Creative Center. Tema yang diangkat adalah Indonesia Punya Kita. Itu menjadi pesan bagi masyarakat banyak bahwa Indonesia bukan hanya milik segelintir elite politik maupun kelompok tertentu.
Melalui RedTalks, anak-anak muda bisa menyampaikan gagasan dan cara pandang mereka terhadap Indonesia. Baik tentang masa depannya maupun tantangannya. Mereka juga bisa mengkritik perilaku antar generasinya.
Sebagai pemantik dialog, RedTaks menghadirkan Dr Selvi Asna Prestianawati dari FEB Unibraw, Dr Suko Widodo dari Fisip Unair, dan dua komika, Abdel Achrian dan Dewangga.
Diskusi juga diramaikan Kafitan Aidil Fitra Sukirman dari BEM Unibraw, Aryo Bimo Soebagio sebagai wakil koordinator BEM se-Malang Raya, Mochamad Ali Firdaus dari GMNI Kota Malang, dan Benny Miftahul Arifin yang merupakan ketua cabang PMII Kota Malang.
"Kami mengajak segenap anak muda di Malang Raya untuk berdiskusi bersama, mencintai Indonesia dengan menceritakan sejumlah gagasan, tentang pendidikan, kebebasan akademik, masa depan perekonomian, ruang kreatif, dan sejumlah hal yang menjadi kegelisahan anak-anak muda saat ini," papar Said.
RedTalks juga akan disiarkan secara livestreaming. Dengan demikian, mereka yang tidak bisa hadir langsung ke Kota Malang tetap berkesempatan menyimak RedTalks secara online. Mereka juga tetap bisa mengajukan aspirasi, pertanyaan, maupun sanggahan secara online. (*)