BANK DUNIA memperkirakan bahwa Indonesia membutuhkan waktu 70 tahun untuk mencapai PDB per kapita setara negara maju apabila tidak ada terobosan signifikan dalam mendorong pertumbuhan PDB per kapita. Sebagai perbandingan, Tiongkok membutuhkan waktu hanya 10 tahun.
Indonesia termasuk kategori negara berpenghasilan menengah bersama 108 negara lain yang akan mengalami kesulitan untuk keluar dari jebakan penghasilan menengah.
Sebab, tantangannya akan lebih berat jika dibandingkan dengan tahun 1970-an, antara lain, percepatan populasi yang menua, peningkatan proteksi oleh negara berkembang, dan kebutuhan untuk mempercepat transisi energi.
Tantangan tersebut diperberat oleh strategi lama yang diterapkan negara berpenghasilan menengah, yaitu terlalu bergantung kepada investasi dan terlalu awal berinovasi.
BACA JUGA:Perguruan Tinggi Kelola MBG: Kampus SPPG, Inovasi atau Duplikasi?
BACA JUGA:Tongkos Batik: Inovasi Desain yang Menghidupkan Tradisi di Era Modern
Jebakan Pendapatan Menengah
Untuk mengatasi tantangan tersebut di atas dan untuk mempercepat peningkatan PDB per kapita, Bank Dunia pernah mengusulkan kepada negara berpenghasilan menengah untuk mengadopsi strategi 3i, yaitu investasi, infusi, dan inovasi. Pembagian tiga fase tersebut bergantung kepada besarnya PDB per kapita.
Fase 1i investasi terutama untuk negara berpendapatan rendah, mereka fokus membuat kebijakan untuk memperoleh dan meningkatkan investasi agar dapat masuk kategori negara berpendapatan menengah.
Fase 2i investasi dan infusi untuk negara yang telah melampaui fase 1i yang mampu menggabungkan investasi yang diperoleh dengan infusi atau adopsi teknologi asing yang diimplementasikan di seluruh jalur ekonomi. Secara bertahap, mereka akan mencapai kategori negara berpendapatan menengah.
Fase 3i investasi, infusi, dan inovasi untuk kategori negara berpendapatan menengah atas yang tidak perlu mengadopsi atau meminjam konsep teknologi untuk menjalankan sektor produktifnya, tetapi mereka harus mencapai tahap inovasi, yaitu menembus hambatan pengembangan teknologi.
BACA JUGA:Pengembangan SDM ASN Melalui Inovasi
BACA JUGA:Transformasi Polantas Presisi: Inovasi Pelayanan Lalu Lintas Menuju Indonesia Maju 2045
Sebagai contoh, Korea Selatan berhasil mengimplementasikan ketiga fase dari strategi 3i. Pada 1960 PDB per kapita mereka hanya 1.200 dolar AS dan pada 2023 mencapai 33.000 dolar AS.
Di negara berpendapatan menengah, kendala untuk melakukan strategi 3i sangat besar, antara lain, kebijakan jangka pendek oleh politisi pada sistem demokrasi dan perburuan rente oleh kalangan elite. Akibatnya, terjadi pergeseran kebijakan dan kinerja ekonomi berada di bawah standar.