Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta

Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta

ILUSTRASI Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

AWAL September 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi penguatan transformasi pembelajaran di Indonesia melalui peluncuran Program STEM Nasional bertajuk Berani Mencoba, Kreatif Mencipta

Sebuah gerakan yang menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya membuat murid memahami ilmu dan pengetahuan, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menjawab persoalan nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Peluncuran program itu menjadi makin relevan di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat. Revolusi teknologi, perkembangan kecerdasan artifisial, perubahan iklim, transformasi industri, dan berbagai persoalan sosial membutuhkan generasi yang tidak sekadar mampu menghafal informasi. 

Indonesia membutuhkan generasi yang berani bertanya, mampu berpikir kritis, senang bereksperimen, bekerja sama, dan kreatif menciptakan solusi.

BACA JUGA:Antara Sosial-Humaniora dan STEM: Politik Tubuh dalam Kebijakan Sains

BACA JUGA:Pembelajaran Mendalam Model Kiai Dahlan dan Abdul Mu’ti

STEM tidak hanya menggabungkan empat substansi science, technology, engineering, and mathematics dalam satu perspektif cara pandang keilmuan yang sama. STEM mendekatkan pembelajaran yang menghubungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk memahami serta menyelesaikan persoalan kehidupan nyata. 

Murid tidak cukup bertanya, ”apa jawabannya?”, tetapi juga didorong berpikir, ”mengapa masalah ini terjadi dan bagaimana saya dapat membantu menemukan solusinya?”.

Dari Berani Mencoba Menuju Kreatif Mencipta

Berani mencoba, kreatif mencipta sesungguhnya mengandung filosofi pendidikan yang sangat mendasar. Pendidikan sering kali berorientasi pada jawaban yang benar. 

Murid terbiasa mencari jawaban terbaik, memperoleh nilai tertinggi, sekaligus menghindari kesalahan. Dalam kehidupan nyata, inovasi justru sering lahir dari keberanian mencoba dan berkreativitas.

BACA JUGA:Mewirausahakan Generasi Z Berbasis Pembelajaran

BACA JUGA:Etika dan Integritas Pendidikan: Pembelajaran dari Polemik Disertasi Bahlil Lahadalia

Dari keberanian mencoba, kemudian tumbuh kemampuan untuk kreatif mencipta. Kreativitas bukan hanya kemampuan menghasilkan sesuatu yang indah atau berbeda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: