Mewirausahakan Generasi Z Berbasis Pembelajaran

Mewirausahakan Generasi Z Berbasis Pembelajaran

Ilustrasi generasi Z. -Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

UNTUK mendongkrak pertumbuhan ekonomi, pemerintah perlu mencetak generasi muda menjadi saudagar atau wirausahawan. wirausahawan dapat diandalkan dalam mengatasi berbagai masalah sosial. Misalnya, kemiskinan atau pengangguran. Sebab itu, jumlah wirausahawan di Indonesia perlu ditingkatkan. 

Saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia sangat kecil dan perlu lebih ditingkatkan seperti telah dilakukan berbagai negara di dunia. Rasio jumlah wirausahawan di Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan negara lain. 

Rasio kewirausahaan tersebut hanya mencapai 3,47 persen dari total penduduk. Angka itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura, misalnya, yang sudah mencapai angka 8,76 persen. 

BACA JUGA: Urgensi Etika dalam Kampanye Pilpres

Sementara itu, prediksi Indonesia bakal menjadi negara maju pada 2045 harus disertai dengan upaya mengejar target kenaikan rasio kewirausahaan hingga 12 persen. Besaran angka persentase itu sekaligus sebagai parameter dalam pemenuhan prasyarat utama sebagai negara maju.

Pemerintah berupaya mendorong kenaikan jumlah wirausaha nasional dengan berbagai cara. Salah satu upaya mengembangkan wirausahawan adalah membidik potensi generasi muda. Pengembangan dapat dirintis sejak dini melalui bidang pendidikan baik secara formal maupun nonformal. 

Di awal 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Sensus Penduduk 2020. Berdasar data sensus yang diperoleh dalam kurun Februari hingga September 2020 itu, disimpulkan bahwa jumlah penduduk Indonesia didominasi kaum belia. Realitas demografi menunjukkan berkah berupa bonus penduduk berusia produktif. 

BACA JUGA: Hasil Sharing Experience Pimpinan Universitas Airlangga: Cupu Manik Astagina dan Kekuasaan

Merujuk hasil sensus kependudukan, penduduk usia muda dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu generasi milenial dan generasi Z. 

Generasi milenial lahir dalam kurun 1981–1996. Sekarang mereka berusia dalam rentang 27 hingga 42 tahun. Adapun generasi Z lahir pada kurun 1997–2012 sehingga kini berusia 11 hingga 26 tahun.

Usia termuda generasi milenial kini mulai memasuki tahapan awal berkarier setelah menempuh pendidikan tinggi, baik sarjana (S-1) maupun diploma. Sementara itu, usia yang lebih tua mapan menapak jenjang karier di berbagai bidang, baik pemerintah maupun swasta atau lainnya.

BACA JUGA: Menyikapi Kehadiran Perguruan Tinggi Asing

Secara kuantitatif, jumlah generasi Z mendominasi, yakni mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total populasi Indonesia sebesar 270,2 juta. Menyusul generasi milenial berjumlah 69,38 juta jiwa (25,87 persen). 

Dua rumpun generasi itu lahir pada momen istimewa, yakni ketika teknologi informasi disusul era digital berkembang mewarnai kehidupan sehari-hari. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: