Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta

Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta

ILUSTRASI Menegaskan Pembelajaran STEM Indonesia: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Pembelajaran STEM juga harus dibangun dengan prinsip inklusivitas. STEM bukan hanya untuk murid yang ingin menjadi ilmuwan, insinyur, atau programmer. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan berinovasi adalah kompetensi kehidupan yang dibutuhkan semua orang dan semua profesi. 

Seorang petani membutuhkan pemahaman teknologi dan rekayasa pertanian. Pengusaha membutuhkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Dokter dan tenaga kesehatan membutuhkan pemikiran ilmiah tindakan medis yang dibutuhkan. 

Pekerja kreatif pun membutuhkan teknologi berikut kemampuan memahami informasi dan mengambil keputusan berdasarkan data. Karena itu, Kemendikdasmen sangat berkepentingan menjadikan STEM sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Kemendikdasmen telah menempatkan penguatan STEM sebagai bagian dari strategi menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi perkembangan teknologi. Kebijakan itu juga diarahkan untuk memperkuat fondasi pendidikan STEM secara kontekstual sejak pendidikan usia dini.

Menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045

Generasi yang saat ini duduk di bangku sekolah akan menjadi bagian penting dari kepemimpinan bangsa pada masa tersebut. Lantas, apakah pendidikan hari ini telah cukup menyiapkan mereka menghadapi tantangan dunia pada masa tersebut? 

Jawabannya tentu membutuhkan perubahan cara pandang berikut kebijakan yang harus diterapkan. Pendidikan tidak cukup hanya menyiapkan murid untuk menjawab soal. Pendidikan harus menyiapkan mereka untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan kehidupan nyata. 

Tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Murid harus mampu menggunakan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab. Pun, tidak cukup hanya mengajarkan teori. Murid harus mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan. 

Juga, tidak cukup hanya membangun kecerdasan individual. Pendidikan juga harus mengembangkan kemampuan bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan bersama. 

Pembelajaran STEM menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan tindakan, teori dengan praktik, masalah dengan solusi, serta rasa ingin tahu dengan kreativitas. 

Peluncuran program STEM merupakan ajakan untuk membangun budaya belajar baru di sekolah-sekolah. Budaya yang tidak takut bertanya. Tidak takut mencoba. Tidak takut gagal. Tidak berhenti mencari solusi. Dan, tidak berhenti mencipta. Berani mencoba adalah awal penemuan. Kreatif mencipta adalah jalan menuju perubahan.

Dari ruang kelas, laboratorium sederhana, hingga halaman sekolah, semangat STEM dapat tumbuh. Dari keberanian murid Indonesia untuk mencoba serta kreativitas mereka untuk mencipta, masa depan Indonesia Emas 2045 dapat mulai dibangun sedini mungkin. (*)

*) Moch. Abduh adalah staf ahli menteri pendidikan dasar dan menengah bidang teknologi pendidikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: