Belajar Ketahanan Pangan dari Perth City Farm

Kamis 30-07-2026,13:09 WIB
Oleh: M. Rafsa Al Thalhah & Yuni Sari A.*

Bagi produsen, komunikasi langsung juga memberikan manfaat. Mereka dapat mendengar tanggapan dari pelanggan, mengetahui kebutuhan pasar, dan mendapatkan masukan untuk memperbaiki produk. Hubungan antara pembeli dan penjual akhirnya tidak hanya berupa transaksi ekonomi, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

Menurut pengamatan kami, kegiatan semacam itu berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Ketahanan pangan bukan hanya mengenai jumlah bahan makanan yang tersedia. Ketahanan pangan juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, segar, dan berkualitas.

Melalui pasar mingguan, masyarakat dapat membeli produk langsung dari petani atau produsen lokal. Rantai distribusinya menjadi lebih pendek. Produk tidak perlu melewati terlalu banyak perantara sebelum sampai kepada konsumen.

Rantai distribusi yang lebih pendek dapat membantu menjaga kesegaran produk. Selain itu, uang yang dibelanjakan masyarakat juga lebih banyak berputar di lingkungan lokal. Petani dan usaha kecil memperoleh pendapatan, sedangkan warga mendapatkan akses terhadap makanan yang lebih segar.

Kegiatan itu juga mengingatkan kami bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari langkah-langkah sederhana. Tidak semua orang harus memiliki lahan pertanian yang luas. Masyarakat dapat memulai dari kebun kecil, usaha rumahan, pasar komunitas, atau kebiasaan membeli produk lokal.

Manfaat lain dari Perth City Farm adalah fungsinya sebagai tempat bertemu warga. Di tengah kehidupan perkotaan yang sibuk, ruang seperti itu menjadi sangat penting. Warga dapat berkumpul, berbincang, saling mengenal, dan membangun hubungan sosial.

Kami melihat bahwa orang-orang datang tidsak hanya untuk membeli makanan. Beberapa pengunjung duduk santai, bertemu teman, mengajak anak-anak, atau mengikuti aktivitas komunitas. Suasana seperti itu menjadikan Perth City Farm bukan sekadar pasar, melainkan juga ruang publik yang menghidupkan hubungan antarmasyarakat.

Bagi anak-anak, kunjungan ke City Farm dapat menjadi pengalaman pendidikan. Mereka dapat melihat secara langsung hasil pertanian dan mengenal asal makanan yang biasa dikonsumsi. Anak-anak tidak hanya melihat apel, jamur, madu, atau roti sebagai barang yang tersedia di toko. Mereka dapat memahami bahwa setiap makanan melalui proses sebelum sampai ke meja makan.

Sebagai mahasiswa Indonesia, kami merasa konsep itu dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di berbagai daerah. Indonesia memiliki potensi pertanian dan produk lokal yang sangat besar. Setiap daerah mempunyai ciri khas seperti madu, kopi, buah-buahan, sayuran, jamur, rempah, roti, dan makanan tradisional.

Produk-produk tersebut sebenarnya dapat dikembangkan melalui pasar komunitas yang dilaksanakan secara rutin. Pasar semacam itu dapat melibatkan petani, UMKM, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat. Selain menjual produk, kegiatan tersebut juga dapat diisi dengan edukasi, pelatihan, pertunjukan, dan kampanye gaya hidup sehat.

Mahasiswa dapat mengambil peran dalam pengembangan program seperti itu. Kami dapat membantu pelaku usaha dalam membuat identitas merek, memperbaiki kemasan, memasarkan produk melalui media sosial, membuat katalog digital, dan melakukan pencatatan keuangan sederhana.

Mahasiswa juga dapat membantu menyelenggarakan kampanye untuk mengajak masyarakat membeli produk lokal. Dengan demikian, kegiatan KKN tidak hanya berupa kegiatan sementara, tetapi juga dapat menghasilkan program yang memberi manfaat dalam jangka panjang.

Pengalaman kami di Perth City Farm juga berkaitan dengan beberapa tujuan dalam sustainable development goals (SDGs). Kegiatan tersebut mendukung SDG 2: tanpa kelaparan. Sebab, itu mendorong ketersediaan pangan lokal dan pertanian yang berkelanjutan.

Produk segar dan organik yang dijual turut mendukung SDG 3: kehidupan sehat dan sejahtera. Masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih makanan yang lebih sehat dan mengetahui proses produksinya.

Keberadaan petani kecil, usaha keluarga, dan pelaku usaha baru berkaitan dengan SDG 8: pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Pasar mingguan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dan mengembangkan usaha.

Pemanfaatan ruang perkotaan untuk kegiatan pertanian, pendidikan, pasar, dan pertemuan warga mendukung SDG 11: kota dan permukiman yang berkelanjutan. Kota tidak hanya menjadi tempat tinggal dan bekerja, tetapi juga dapat menjadi ruang yang produktif dan ramah bagi komunitas.

Kategori :