5 Tips Positive Parenting, Anak Tumbuh dengan Percaya Diri Tanpa Dibentak

Sabtu 01-08-2026,22:23 WIB
Reporter : Shafa Citra Faradisa*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Mengasuh anak bukan lagi soal siapa yang lebih galak atau lebih tegas. Banyak orang tua mulai beralih ke pendekatan yang lebih hangat: positive parenting.

Metode tersebut menekankan komunikasi dan kasih sayang. Bukan ancaman atau hukuman fisik. Pendekatan itu penting diterapkan.

Bahkan sejak anak masih bayi hingga usia lima tahun. Karena di rentang usia itu, otak dan emosi anak berkembang paling pesat.

Cara orang tua merespons tangisan, rasa penasaran, atau bahkan penolakan anak. Itu akan membentuk pemahaman mereka. Tentang bagaimana anak memahami diri sendiri dan dunia di sekitarnya.

BACA JUGA:Tip Co-Parenting, Kenali Inner Child Orang Tua untuk Berikan Rasa Nyaman Pada Anak

BACA JUGA:4 Cara Smart Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Seimbang di Sekolah, Hobi, dan Kehidupan

Tapi masih banyak orang tua masih menerapkan pola asuh keliru. Berbasis ancaman atau kekerasan verbal. Karena dianggap lebih cepat atau manjur.

Padahal, ada cara lain yang lebih efektif dalam jangka panjang. Cara yang tidak melukai kepercayaan anak terhadap orang tuanya sendiri.

Berikut lima tips positive parenting. Bisa diterapkan orang tua di rumah.

1. Jangan pernah menggunakan kekerasan


Kekerasan Pada Anak Dalam Parenting Justru Akan Membuat Mereka Menjadi Anak yang Susah Diatur dan Jauh dari Orang Tua-Vitaly Gariev-Pexels

Memukul, mencubit, atau menghukum fisik anak. Cara itu hanya akan menimbulkan rasa takut. Bukan pemahaman.

BACA JUGA:Gentle Parenting, 7 Tip Efektif Pola Asuh untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Anak

BACA JUGA:Cara Menjalankan Gentle Parenting di Era Modern yang Penuh Tantangan

Kekerasan tidak pernah boleh digunakan terhadap anak. Baik dalam bentuk fisik maupun verbal. Karena hanya akan menciptakan ketakutan, kebingungan, dan merusak kepercayaan anak.

Sebagai gantinya, orang tua bisa menerapkan disiplin yang tenang. Tujuannya untuk mengajarkan anak. Bukan menghukum.

Kategori :