Menariknya, penurunan harga BBM ini terjadi ketika pasar energi global masih dibayangi ketidakpastian.
Harga minyak mentah Brent sebelumnya sempat menembus level 100 dolar Amerika Serikat per barel akibat meningkatnya tensi geopolitik. Namun, pada akhir Juni harga mulai bergerak turun ke kisaran 70 dolar AS per barel.
Karena formula harga BBM nonsubsidi menggunakan rata-rata harga minyak dalam periode tertentu, bukan harga harian, penurunan tersebut memberi ruang bagi Pertamina untuk melakukan penyesuaian harga.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi mengenai harga BBM di masing-masing daerah.
Daftar lengkap harga BBM nonsubsidi dapat dilihat melalui situs resmi Pertamina Patra Niaga maupun layanan pelanggan Pertamina di nomor 135.
Penurunan harga Pertamax kali ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat di tengah biaya hidup yang masih tinggi.
Namun, dengan kondisi pasar energi global yang masih dinamis, arah harga BBM pada evaluasi berikutnya tetap akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. (*)