Oralit buatan sendiri sebaiknya langsung diminum sedikit demi sedikit begitu selesai dibuat. Cairan ini hanya bisa disimpan maksimal 24 jam.
Jika sudah lebih dari 24 jam masih ada sisa, sebaiknya dibuang dan diganti dengan larutan baru. Dosis pemberian juga perlu disesuaikan dengan usia penderita:
- Bayi di bawah 2 tahun: 50–100 mililiter setiap kali buang air besar cair
- Anak usia 2–10 tahun: 100–200 mililiter setiap kali buang air besar cair
- Anak di atas 10 tahun dan orang dewasa: minum sebanyak yang diinginkan, minimal 2 liter dalam sehari
Jika penderita muntah setelah minum oralit, jangan langsung berhenti memberikannya. Tunggu sekitar sepuluh menit, lalu lanjutkan pemberian dalam jumlah lebih sedikit hingga tubuh bisa menerimanya kembali.
BACA JUGA:ISPA dan Diare Pada Anak di Surabaya Masih Tinggi
BACA JUGA:Kenali Rotavirus, Pemicu Diare Berat yang Bisa Picu Kematian Bayi. Kemenkes Bagikan Vaksin Gratis
Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?
PERIKSAKAN ke dokter jika mengalami diare yang serius. Oralit hanya sebagai pencegahan bukan penyembuhan. -Thirdman-Pexels
Oralit hanyalah pertolongan pertama untuk mencegah dehidrasi, bukan obat penyembuh diare itu sendiri. Segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda berikut:
- Demam tinggi di atas 38,5 derajat Celcius
- Tinja berdarah
- Muntah terus-menerus dan tidak bisa menahan cairan sama sekali
- Tubuh sangat lemas, mata cekung, atau kesadaran menurun
- Diare tidak membaik setelah tiga hari
Resep sederhana ini bisa jadi penyelamat saat kondisi darurat dan stok oralit kemasan sedang tidak ada. Sudah siap menyimpan takarannya di memori, atau mau langsung diketik di catatan ponsel biar tidak lupa saat dibutuhkan nanti? (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)