HARIAN DISWAY - Kabar kurang menyenangkan datang bagi penggemar game Star Trek: Legends. Pengembang Tilting Point telah mengonfirmasi bahwa game RPG turn-based tersebut akan dihentikan secara permanen dalam waktu dekat.
Game yang kali pertama dirilis melalui Apple Arcade pada 2021 dan hadir di PC serta konsol pada 2024 itu akan mulai memasuki proses penutupan pada 20 Agustus 2026. Sebelum akhirnya tidak lagi dapat dimainkan mulai 3 September 2026.
Tilting Point mengumumkan bahwa versi Steam, Epic Games Store, Microsoft Store, PlayStation, Xbox, dan Nintendo Switch akan dihentikan secara bertahap.
Pemain yang telah membeli game sebelum 20 Agustus masih dapat mengaksesnya untuk sementara waktu. Namun, setelah 3 September 2026, seluruh server akan dimatikan sehingga game tidak lagi bisa dimainkan.
BACA JUGA:Ironi Star Trek di Balik Kolaborasi Militer AS dan AI Elon Musk
BACA JUGA:Roberto Orci, Penulis Transformers dan Star Trek Tutup Usia
Yang paling mengejutkan, penutupan ini juga membuat mode offline ikut dinonaktifkan, sehingga seluruh konten dalam game tidak dapat diakses lagi.
Diduga Terkendala Lisensi
Dengan konsep gameplay RPG Star Trek: Legends cukup seru. --Gamerant
Hingga saat ini, Tilting Point belum memberikan alasan resmi mengenai keputusan tersebut. Namun, banyak pihak menduga penutupan ini berkaitan dengan masalah lisensi.
Dugaan itu semakin menguat karena beberapa game Star Trek lainnya juga mengalami nasib serupa dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah Star Trek: Resurgence, yang ikut ditarik dari toko digital meski memperoleh ulasan positif.
Keputusan untuk menghapus seluruh game, termasuk konten offline, memicu reaksi negatif dari komunitas.
BACA JUGA:Game of Thrones War for Westeros Ditunda, Jon Snow Hadir pada 2027
Di Steam, ulasan terbaru Star Trek: Legends kini didominasi penilaian "Mostly Negative". Banyak pemain menilai seharusnya mode offline tetap dapat dimainkan. Meskipun layanan online dihentikan.
Sebab, game itu memiliki cukup banyak aktivitas single-player. Seperti mengumpulkan karakter ikonik Star Trek, menyelesaikan misi, hingga mengembangkan tim melalui sistem pertarungan berbasis giliran.
Ramai Dikaitkan dengan Gerakan Stop Killing Games
Penutupan Star Trek: Legends juga kembali memicu perdebatan mengenai hak kepemilikan game digital. Banyak pemain mengaitkan kasus itu dengan gerakan Stop Killing Games, kampanye yang muncul setelah Ubisoft menutup server The Crew.
Gerakan tersebut mendorong regulator agar membuat aturan yang melindungi konsumen ketika sebuah game digital dihentikan. Salah satu tuntutannya adalah agar publisher tetap menyediakan akses offline jika layanan online sudah berakhir.
Sayangnya, untuk Star Trek: Legends, belum ada tanda-tanda bahwa game ini akan dipertahankan dalam bentuk apa pun. Pemain hanya memiliki waktu hingga 3 September 2026 sebelum game tersebut benar-benar menghilang. (*)