Juarai Indonesia Development Open Series 3, Pegolf Kevin Caesario Bidik Tembus Asian Tour

Selasa 04-08-2026,16:00 WIB
Editor : Gunawan Sutanto

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Kemenangan di Indonesia Development Open Series 3 menjadi pelepas dahaga bagi pegolf profesional Indonesia Kevin Caesario Akbar. Setelah hampir tiga tahun tanpa gelar, Kevin akhirnya kembali naik podium juara usai tampil konsisten di Gunung Geulis West Course, Bogor.

Namun, trofi tersebut belum membuatnya puas. Pegolf berusia 28 tahun itu kini mengalihkan fokus untuk menembus Asian Tour, level kompetisi yang menjadi target berikutnya dalam karier profesionalnya.

Kevin memastikan gelar juara Indonesia Development Open Series 3 setelah membukukan total 204 pukulan (69-68-67) atau sembilan under par pada turnamen yang berakhir Jumat, 31 Juli 2026.

Penampilan terbaiknya hadir di putaran terakhir. Ia menorehkan 67 pukulan untuk mengungguli para pesaing sekaligus mengunci gelar juara kategori Men Pro.

Berkat kemenangan tersebut, Kevin berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp36 juta dari total hadiah kategori Men Pro senilai Rp100 juta.

"Pastinya sangat senang. Karena terakhir menang itu di akhir 2023," ujar Kevin kepada wartawan, Selasa, 4 Agustus 2026.

Bagi Kevin, Gunung Geulis memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya. Lapangan di Bogor tersebut menjadi saksi dua pencapaian penting yang diraihnya.

Pada 2023, Kevin meraih gelar profesional pertamanya lewat ajang The Indonesia Pro-Am yang masuk kalender Asian Development Tour (ADT). Tiga tahun berselang, ia kembali mengangkat trofi di tempat yang sama lewat Indonesia Development Open Series 3.

"Gunung Geulis selalu punya kenangan buat saya karena di sinilah saya pertama kali meraih gelar internasional," katanya.

"Sekarang bisa menang lagi di Gunung Geulis, tetapi di level nasional," lanjutnya.

BACA JUGA:Ratusan Pegolf Berlaga di Disway Golf National Open Tournament Menkomdigi Cup 2025, Incar Hadiah Mobil hingga Royal Enfield


--

Kevin mengungkapkan, keberhasilannya tidak lepas dari persiapan yang matang. Sepekan sebelum turnamen dimulai, ia sengaja memperbanyak sesi latihan di Gunung Geulis untuk memahami perubahan karakter lapangan.

Menurutnya, kondisi lapangan tahun ini jauh berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Curah hujan yang lebih rendah membuat fairway dan green menjadi lebih kering sehingga membutuhkan pendekatan permainan yang berbeda.

Karena itu, riset lapangan dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi permainan selama tiga hari kompetisi.

Kategori :