Pergerakannya yang fleksibel membuat Chelsea memiliki opsi berbeda dalam menyerang, terutama ketika ia bergerak di belakang penyerang utama.
Penampilan ini menjadi modal bagus bagi Pedro sekaligus memberikan Alonso alasan untuk terus mengeksplorasi perannya dalam sistem baru Chelsea.
Sejak didatangkan pada musim panas 2025 (ia direkrut di tengah liburan, ketika Chelsea sedang menjalani Piala Dunia Antarklub di AS), Pedro sudah menunjukkan bahwa ia bisa jadi sesuatu.
Diterjunkan di semifinal event tersebut, Pedro langsung mencetak brace. Di final, ia juga mencetak satu gol saat mereka membantai Paris Saint-Germain 3-0. Musim lalu, ia tampil total 35 kali di semua ajang, dan membukukan 15 gol.
Dengan catatan seperti itu, Joao Pedro diyakini semakin matang musim ini. Ia bisa menjadi ujung tombak utama baru, bersama Danny Welbeck atau Liam Delap. (*)