Eksplorasi Tekstur dan Warna Malya Sasmaya dalam Dialog Batik Madura

Eksplorasi Tekstur dan Warna Malya Sasmaya dalam Dialog Batik Madura

Malya Sasmaya bersama karya lukisnya yang bertajuk Tanjung Bumi dalam pameran Dialog Batik Madura, Sabtu, 26 September 2026-Rossa Handini-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Malya Sasmaya mengenal dunia lukis-melukis sejak berusia 3 tahun. Kini, di usianya yang 17 tahun, dia menggelar pameran Dialog Batik Madura. Pameran di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya, itu berlangsung 26 September 2026 sampai 1 Oktober 2026.

Sebagai pelukis, pengalaman Malya cukup banyak. Dia sudah melanglang buana, ikut kompetisi melukis tingkat internasional di berbagai negara.

Kali ini, dia terpanggil untuk mengenalkan budaya lokal setelah petualangannya di dunia maya mengantarkannya pada Batik Madura. Khususnya, Batik Tanjung Bumi dan Sekar Jagad. 

Dua motif batik itu lama melekat di benak Malya sampai kemudian dia meriset warisan budaya Nusantara tersebut. Hasilnya? Delapan lukisan istimewa di dinding Galeri Merah Putih yang resmi dipamerkan mulai Sabtu, 26 September 2026.

BACA JUGA:Suradaya: What Remains Unseen, Pameran Fotografi Surabaya yang Angkat Sisi Lain Kota

BACA JUGA:Mengekplorasi Museum KBUSR dan Galeri ARTSUBS 2026: Beda Gaya, Sama Lantangnya


HOLDING ON terinspirasi Batik Sekar Jagad khas Madura. Malya Sasmaya pertama kali tertarik pada batik Madura setelah melihat motif ini. -Rossa Handini-Harian Disway

Butuh waktu sekitar satu tahun bagi Malya untuk berkreasi dengan Batik Madura. Semakin menjajaki, semakin tertariklah dia untuk mengangkat motif batik yang selalu dikawinkan dengan warna-warna ngejreng tersebut.

"Saya merasa budaya Madura masih kurang diangkat. Jadi, saya mau menjadi salah satu yang mengangkatnya," terang gadis binaan Sanggar Daun itu saat dijumpai Harian Disway di lokasi pameran.

Selain bertujuan memperkenalkan budaya Madura, sebenarnya Malya juga punya misi pribadi. Yakni, mengenal lebih dekat warna serta tekstur Batik Madura.

"Warnanya itu gonjreng. Contohnya, dominan hijau. Hijaunya tuh yang agak tosca, tapi dia nyala. Merah itu juga salah satu warna yang dominan," jelas Malya. 

BACA JUGA:Merayakan Pameran Seni Kontemporer dalam ARTSUBS 2026: Imbangi Galeri dengan Museum Seni

BACA JUGA:Lebih Besar, Lebih Lama, ARTSUBS 2026 Targetkan 60 Ribu Pengunjung dalam Pameran 50 Hari

Sebagai pencinta warna, ia pun memutuskan untuk memadukan warna-warna cerah tersebut dengan gaya kreasinya yang juga selalu penuh warna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: