Sementara itu, 5K ICMI meliputi kualitas iman dan taqwa, kualitas pikir, kualitas kerja, kualitas karya, dan kualitas hidup demi kemajuan umat serta bangsa.
BACA JUGA:Cendekiawan dalam Pusaran Politik (Tanggapan Artikel Prof Biyanto)
BACA JUGA:ISNU Airlangga dan Kebangkitan Cendekia NU yang Percaya Diri
Jawa Timur, menurut Pitono, memiliki modal sosial dan ekonomi yang sangat besar. Mulai dari tingginya populasi, sebaran pondok pesantren, kekuatan perguruan tinggi, dan geliat dunia industri.
"Untuk memaksimalkan potensi tersebut, ICMI Jatim ke depannya akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, dan pelaku usaha," tegasnya.
Melalui konsolidasi kepengurusan harian tersebut, ICMI Jawa Timur siap menjadi rumah besar bagi para cendekiawan yang mampu mengubah kekuatan gagasan menjadi gerakan nyata. Sekaligus, relevan bagi kemajuan daerah dan nasional. (*)