HARIAN DISWAY - Produser eksekutif X-Men '97, Eric Lewald dan Julia Lewald, mengingatkan tim kreatif Marvel Studios. Bahwa film reboot X-Men diharapkan tetap mengutamakan karakter dan sisi emosional para mutan.
Marvel Studios saat ini telah menunjuk Jake Schreier sebagai sutradara reboot X-Men. Sementara itu, Lee Sung Jin dan Joanna Calo dipercaya menyusun naskah film. Itu akan menjadi awal era baru kelompok mutan di Marvel Cinematic Universe (MCU).
Dalam wawancara bersama Collider, Julia Lewald menegaskan satu hal. Bahwa kekuatan super para mutan tidak boleh mengalahkan nilai kemanusiaan.
Nilai kemanusiaan itulah yang menjadi inti cerita X-Men. Menurutnya, setiap karakter memiliki luka batin. Juga pergulatan pribadi. Hal tersebut justru membuat kisah mereka relevan bagi banyak penonton.
BACA JUGA:Sadie Sink Buka Rahasia Jean Grey, Bersiap Sambut Era Baru X-Men di Marvel
BACA JUGA:Kit Connor Dikabarkan Jadi Cyclops di Reboot X-Men MCU, Siap Pimpin Generasi Mutan Baru
Sadie Sink dan perannya sebagai Jean Grey di Spider-Man: Brand New Day.-Jay Maidment-Entertainment Weekly
Ia menjelaskan bahwa para mutan akhirnya membentuk sebuah keluarga pilihan (found family). Meskipun masing-masing membawa trauma dan kesulitan hidup.
Ikatan emosional itulah yang dinilai menjadi kekuatan terbesar waralaba X-Men. Bahkan berlangsung selama puluhan tahun.
Sementara itu, Eric Lewald memberikan pesan langsung kepada para pembuat film. Ia berharap mereka tidak mengubah karakter ikonik hanya demi menghadirkan interpretasi baru.
Ia menilai para penggemar berbagai generasi telah tumbuh bersama tokoh-tokoh X-Men. Sehingga keaslian karakter harus tetap dipertahankan.
BACA JUGA:10 Pemain The Sheep Detectives, Ada Peraih Oscar dan Pemimpin X-Men
BACA JUGA:X-Men Resmi Masuk MCU lewat Teaser Terbaru Avengers: Doomsday
Menurut Eric, para penggemar pertama kali mengenal X-Men bersama orang tua mereka. Kini, banyak yang kembali menyaksikannya bersama anak-anak mereka. Karena itu, karakter-karakter tersebut memiliki nilai emosional yang tidak bisa diabaikan.
Ia menambahkan bahwa pembuat film tetap dapat menghadirkan tantangan baru bagi para tokoh. Tanpa harus mengubah jati diri mereka.