Pada akhirnya, kebakaran Bromo harus menjadi pelajaran tentang cara manusia memperlakukan alam. Perbaikan berarti memperbaiki kondisi tanah, tata kelola, pengawasan, dan perilaku manusia. Pemulihan berarti mengembalikan fungsi ekosistem melalui perlindungan, rehabilitasi, dan restorasi yang terukur.
Sementara itu, suksesi alami mengingatkan bahwa alam memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, tetapi kemampuan tersebut membutuhkan waktu dan ruang.
Bromo tidak memerlukan tindakan yang terburu-buru hanya demi terlihat segera hijau. Yang dibutuhkan adalah kesabaran, ilmu pengetahuan, pengawasan, dan penghormatan terhadap proses ekologis.
Tugas manusia bukan menggantikan alam, melainkan membantu ketika alam mengalami kerusakan berat dan memastikan tidak ada gangguan baru yang menghambat pemulihan.
Dengan cara itulah kawasan Bromo dapat kembali menjadi ruang hidup bagi tumbuhan, satwa, masyarakat, dan generasi mendatang. (*)
*) Hery Purnobasuki adalah guru besar FST Universitas Airlangga dan ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Universitas Airlangga.