BACA JUGA:Ponpes Syekh Abdurrahman Rabah Gelar Sparing Partner dengan Al-Majidiyah
BACA JUGA:Debat Mandarin Tingkat Mahasiswa, Unesa Unggul Tipis atas LPI Al-Majidiyah Pamekasan Madura
Antusiasme peserta tahun ini mulai terlihat. Sejumlah pesantren telah menyatakan kesiapan untuk mengirimkan santri mereka dalam kompetisi.
Pendaftaran masih dibuka hingga 25 Agustus 2026. Calon peserta bisa mendaftar melalui bit.ly/PidatoMandarin2026 untuk kategori pidato, dan bit.ly/DebatMandarin2026 untuk kategori debat
Kompetisi tersebut memiliki kategori pidato dan debat. Kategori pidato mencakup tingkat SMA dan sederajat, mahasiswa, serta umum. Sementara kategori debat dibuka untuk santri, SMA, dan mahasiswa.
Harian Disway menggelar kompetisi tersebut bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya. Pelaksanaan juga menjadi bagian dari momentum memperingati 76 tahun persahabatan Indonesia-Tiongkok dan Hari Santri.
Tomy mengatakan kompetisi tersebut diharapkan menjadi wadah pertemuan para pembelajar bahasa Mandarin dari berbagai latar belakang. Para peserta tidak hanya beradu kemampuan bahasa, tetapi juga ditantang menyampaikan gagasan dan argumentasi.
Khusus kategori debat, peserta terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk diberangkatkan ke Tiongkok. Hadiah tersebut menjadi salah satu daya tarik sekaligus pengalaman internasional bagi para pemenang.
“Kami tunggu para santri lainnya untuk segera mendaftarkan diri,” ujar Tomy.
Dengan dukungan PWNU Jawa Timur, Tomy berharap semakin banyak pesantren mengirimkan perwakilannya. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk tampil percaya diri, berprestasi, sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan global. (*)