BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG, Cegah Kasus Keracunan MBG Terulang

Selasa 18-08-2026,05:16 WIB
Reporter : Regita Safa Salsabilla*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan penggunaan test kit di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Alat tersebut nantinya digunakan untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana itu menjadi salah satu evaluasi BGN setelah muncul kasus keracunan di sejumlah dapur SPPG. Salah satunya terjadi di Berastagi, Karo, Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemeriksaan makanan selama ini tidak cukup hanya dilakukan secara organoleptik, seperti mencium, mencicipi, dan melihat kondisi makanan.

"Jadi bahwa keracunan ini bukan hanya misalnya dicek organoleptik tadi dibau, dirasa, dicicipi. Sudah dibau nggak ada masalah, dicicipi juga nggak ada persoalan, akhirnya dikonsumsi. Jadi ini sedang kami pertimbangkan untuk kemudian di setiap dapur itu nanti kita lakukan test kit," kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, dikutip dari Antara.

BACA JUGA:Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN Copot Kepala SPPG dan Bekukan Operasional Dapur

BACA JUGA:BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makanan MBG, Sudaryono Sebut Orang Tua Pernah Ikut Keracunan

Sudaryono menjelaskan, test kit tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan berbahaya dalam makanan, termasuk arsen dan zat lainnya.

BGN mengambil contoh dari sejumlah SPPG yang sudah menggunakan alat tersebut. Salah satunya dapur SPPG yang dikelola Bhayangkari Polri.

"Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG, beberapa SPPG salah satunya adalah SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari ya dari Polri itu menggunakan test kit dan saat ini tidak ada satu kasus pun keracunan. Jadi kita tidak ingin ada yang keracunan," ujarnya.

Menurut Sudaryono, kasus keracunan yang terjadi tidak bisa langsung dijadikan gambaran bahwa seluruh pelaksanaan MBG bermasalah. Saat ini terdapat sekitar 27 ribu dapur SPPG yang menjalankan program tersebut dan sebagian besar disebut telah bekerja dengan baik.

Meski demikian, evaluasi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar akan tetap dilakukan. BGN bahkan menyiapkan tindakan terhadap SPPG maupun personel yang tidak mampu memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

BACA JUGA:BGN Terapkan “Rules of 4 Hours”, Makanan MBG Lewat Empat Jam Diminta Tak Dikonsumsi

BACA JUGA:BGN Wajibkan Ompreng MBG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan

Dapur SPPG yang masih bisa diperbaiki akan dievaluasi. Sementara dapur yang tidak dapat diperbaiki dapat ditutup. Langkah serupa juga berlaku bagi personel yang dinilai tidak mampu mengikuti standar.

Kategori :