Tanamkan Kepedulian pada Lingkungan, OceanKita Edukasi Bahaya Microplastic
OceanKita ikut meriahkan Open House Wisma Jerman dengan edukasi lingkungan kelautan, pada Sabtu, 22 Agustus 2026-Rossa Handini-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dalam upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, Wisma Jerman turut menggandeng OceanKita, untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah dan mikroplastic, pada Open House Wisma Jemran, Sabtu, 22 Agustus 2026.
OceanKita adalah perusahaan sosial yang berfokus pada keberlanjutan dan lingkungan, kini gencar melakukan edukasi mengenai bahaya sampah dan mikroplastik.
Co-founder dan CEO OceanKita Jeanette Haulussy, mengungkapkan bahwa organisasi yang didirikan pada akhir tahun 2019 ini awalnya hanya berfokus pada pengumpulan sampah di laut.
Pada masa-masa awal, pengumpulan sampah laut tersebut dilakukan secara mekanis menggunakan jaring trawlnet yang ditarik dengan kapal.
BACA JUGA:Road to Seriale di Wisma Jerman Surabaya Jadi Ruang Diskusi, Refleksi, dan Kolaborasi
BACA JUGA:Ngabuburit di Wisma Jerman Surabaya, Nonton Film Komedi Hello Again

Co-Founder dan CEO OceanKita Jeanette Haulussy bersama tiga peserta dalam game Bila Aku Menjadi Wali Kota-Rossa Handini-Harian Disway
Namun, seiring berjalannya waktu, OceanKita menyadari bahwa upaya pembersihan saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah sampah plastik di perairan jika sumbernya tidak dihentikan. Hal inilah yang mendorong mereka untuk mulai masuk ke ranah edukasi dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
"Karena kita sadar bahwa kalau misalnya kita bisa terus-terusan aja ngumpulin sampah, tapi kalau misalnya kerannya enggak ditutup kan susah juga ya," ujar Jeanette pada Harian Disway.
Untuk membangun kesadaran masyarakat, OceanKita menerapkan metode edukasi yang interaktif dan aplikatif. Yaitu dengan games: Bila Aku menjadi Wali Kota. Di situ para pengunjung diajak untuk berperan menjadi Wali Kota dengan dana 1 Milliar untuk lingkungan.
Dana tersebut digunakan pada 6 pilihan. Para pengunjung pun disuruh memilih 3 dari 6 pilihan terbaik. Pilihannya antara lain bersihkan pantai, perbaiki pengangkutan sampah, pasang penghalang sampah di sungai, edukasi di sekolah, bangun fasilitas pengolahan sampah, dan kurangi plastik sekali pakai.
BACA JUGA:Wisma Jerman Buka Pameran ESCape, Limbah Plastik Disulap Jadi Karya 3 Dimensi
BACA JUGA:Usung Tenun Gedog Tuban dan Filosofi Koma, Uzzaer Ruwaidah Pamer Karya di Wisma Jerman
Tanpa Waktu lama, tiga pengunjung pun langsung maju ke depan menyampaikan gagasan dan solusinya. Misalnya, Rakha Seno Widianto. Pemuda berumur 22 tahun itu Nampak serius dalam memaparkan pilihannya: Mengumpulkan sampah. Mendaur ulang sampah. Menjadikan sampah tersebut sebagai bahan baru yang dapat digunakan Kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: