Lucifer Lighting Produksi Massal Lampu dari Jaring Ikan Bekas di Laut
Lucifer Lighting memproduksi massal lampu arsitektural yang berbahan plastik limbah laut daur ulang.-Lucifer Lighting-dezeen.com
HARIAN DISWAY - Limbah plastik laut selama ini identik dengan ancaman bagi ekosistem. Namun, perusahaan pencahayaan asal Texas, Lucifer Lighting, mencoba mengubah persoalan tersebut menjadi solusi desain.
Mereka mulai memproduksi massal lampu arsitektural. Berbahan plastik limbah laut daur ulang. Inovasi itu masuk dalam lini produk terbaru: Atomos Renew.
Material utama yang digunakan berasal dari jaring ikan dan tali pancing bekas. Itu semua dikumpulkan dari laut.
Limbah tersebut kemudian dilelehkan. Lantas dimasukkan ke proses injection moulding atau pencetakan plastik. Fungsinya untuk membentuk komponen lampu.
BACA JUGA:Integrasi CCTV AI dengan Lampu Pintar, Cegah Maling Sejak Awal
BACA JUGA:Spesifikasi Lampu Motor Pro-7 MP 2TX Mark II dan PRO7 MP1TX-MG Pro dari Pro-7 MOTO
Perusahaan mengklaim menjadi produsen lampu arsitektural daur ulang pertama yang menggunakan material plastik laut daur ulang. Dan diproduksi massal.
Seluruh elemen plastik pada seri Atomos kini akan menggunakan bahan tersebut. Produk tersedia untuk model lampu tanam dengan bukaan satu hingga dua inci.

Lampu-lampu Lucifer Lighting tersedia dalam dua ukuran dan dilengkapi LED yang dapat diredupkan.-Lucifer Lighting-dezeen.com
Roselyn Mathews, Chief of Staff Lucifer Lighting, menyebut penggunaan jaring nelayan bekas untuk produk lampu merupakan langkah inovatif. Belum banyak dilakukan di industri pencahayaan.
Meski demikian, keputusan tersebut memiliki konsekuensi. Secara bisnis, perusahaan mengakui margin keuntungan dari produk baru itu sedikit lebih rendah. Dibanding menggunakan material plastik murni.
BACA JUGA:Komunikasi Lampu Sein Yang Ditunjukkan Sopir Truk ini Viral di Media Sosial
BACA JUGA:Earth Lines Bangun Rumah Minimalis di Bali dengan Kayu Daur Ulang dan Atap Raksasa
Namun, mereka menilai dampak lingkungan yang dihasilkan jauh lebih besar daripada kehilangan pendapatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: dezeen.com