Tidak semua lirik harus menjelaskan sebuah cerita secara gamblang untuk dapat meninggalkan kesan kuat.
Ketika Lennon membawa Norwegian Wood kepada rekan-rekannya, lagu tersebut belum selesai sepenuhnya.
George Harrison, Ringo Starr, Paul McCartney, dan John Lennon, empat personel The Beatles.-@thebeatles-Instagram
Paul McCartney kemudian membantu mengembangkan komposisi tersebut. Hingga menjadi karya yang dikreditkan kepada Lennon-McCartney.
George Harrison juga memberikan sentuhan penting. Ia tertarik pada musik Timur. Membuatnya menggunakan sitar dalam lagu tersebut.
BACA JUGA:The Beatles pada 1965, Momen Pertama Kali Terima Penghargaan Kerajaan Inggris
BACA JUGA:The Beatles dan Lagu For No One, Penanda Kedewasaan Lirik di Album Revolver
Sebelumnya, Harisson menemukan bunyi sitar yang sesuai dengan komposisi Norwegian Wood. Ia memasukkannya sebagai sentuhan yang syahdu.
Keputusan itu menjadikan Norwegian Wood sebagai salah satu rekaman rock Barat awal yang menampilkan suara sitar.
Kehadiran instrumen tersebut semakin memperkuat karakter unik lagu. Yang kemudian dirilis dalam album Rubber Soul pada Desember 1965.
Pengaruh antara kedua musisi tersebut kemudian seolah berlanjut. Yakni ketika Dylan merilis 4th Time Around dalam album Blonde on Blonde pada 1966.
BACA JUGA:Rubber Soul Jadi Titik Balik The Beatles Mendobrak Aturan Rekaman EMI
BACA JUGA:Masyarakat Inggris Rayakan Ulang Tahun ke-88 Bioskop Bersejarah yang Pernah Disinggahi The Beatles
Lagu tersebut memiliki kemiripan dalam gaya lirik dan frasa vokal dengan Norwegian Wood. Lennon sempat merasa tidak nyaman ketika pertama kali mendengar lagu tersebut.
Namun, kemudian ia mengakui kualitas karya Dylan. Hubungan keduanya pun tetap terjalin. Sebagai sesama musisi yang saling menghargai.
Norwegian Wood akhirnya menjadi salah satu bukti perkembangan besar John Lennon sebagai penulis lagu.