Sony dan Strategi Game Live Service, Tinggalkan Biaya Mahal

Selasa 25-08-2026,12:30 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Sony kini disebut berupaya kembali pada strategi pengembangan yang pernah berhasil pada era PS4.

Perusahaan berusaha menyelamatkan sejumlah proyek yang masih berjalan. Dan kembali memperkuat pengembangan game dengan pengalaman bermain yang telah menjadi identitas PlayStation.

BACA JUGA:Daftar Game Rilis April 2026: Lengkap dari PC, Android, hingga PS5, Banyak Judul Besar!

BACA JUGA:Isyarat Sistem Reward Baru PS5 Mulai Terlihat, Sony Siapkan Pengganti PlayStation Stars

Namun, dampak dari keputusan masa lalu tidak dapat langsung hilang. Studio itu telah menghabiskan bertahun-tahun mengerjakan proyek.

Jika kemudian berubah arah atau dibatalkan, maka studio tersebut harus kembali memulai proses baru.

Di situlah biaya kesempatan menjadi persoalan terbesar. Kerugian finansial dapat tercatat dalam laporan perusahaan. Tetapi waktu yang telah hilang tidak dapat dikembalikan.

Ketika studio-studio besar menghabiskan bertahun-tahun pada proyek yang tidak pernah dirilis, dampaknya dapat terasa terhadap beberapa hal.

BACA JUGA:Capcom Pamer Keunggulan Resident Evil Requiem di PS5 Pro, Performa Tembus 120 FPS

BACA JUGA:7 Game Horor Roblox Terbaik 2025 Buat Gamers Indonesia, Enggak Cuma Andalkan Jumpscare

Di antaranya adalah bisnis, kekuatan merek, dan hubungan perusahaan dengan para pemain dalam jangka panjang.

Strategi live service Sony mungkin akan tercatat sebagai salah satu kesalahan besar dalam perjalanan industri game modern.

Bukan hanya karena proyek yang gagal. Tetapi juga karena karya-karya besar yang mungkin tidak pernah hadir akibat keputusan tersebut. (*)

Kategori :